🕒 00:00:00
🌤️ Memuat cuaca...
📈 IHSG 7.250 ▲ +0.45% | BBCA 9.850 ▲ +0.30% | BBRI 4.120 ▼ -0.15%
🚨 BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca Jurnalisme INFO
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Nagari Limo Koto Gelar Pelatihan Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba, Jadi Percontohan di Pasaman

Nagari Limo Koto Gelar Pelatihan Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba, Jadi Percontohan di Pasaman

Bonjol,Jurnalisme info.-

Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terus digencarkan. Pemerintah Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menggelar Pelatihan Sosialisasi Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba selama dua hari, 21–22 September 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Nagari Limo Koto tersebut diikuti sebanyak 25 peserta yang merupakan pemuda dan pemudi Nagari Limo Koto. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah nagari dalam membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Bonjol, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kepala Puskesmas Kumpulan, Bhabinkamtibmas, Ninik Mamak, tokoh masyarakat serta unsur terkait lainnya.

Wali Nagari Limo Koto, Ismed Junaidi, mengatakan kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan menggunakan Anggaran Dana Desa Tahun 2026. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Nagari Limo Koto dalam melakukan pencegahan sejak dini terhadap bahaya narkoba.

Kegiatan ini bersumber dari Dana Desa Tahun 2026. Sepengetahuan kami, Nagari Limo Koto menjadi satu-satunya nagari di Kabupaten Pasaman yang melaksanakan pelatihan seperti ini pada tahun ini. Mudah-mudahan dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi nagari-nagari lainnya,” ujar Ismed Junaidi.

Ia menegaskan, persoalan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, keluarga, tokoh masyarakat, ninik mamak hingga generasi muda itu sendiri.

Menurut Ismed, generasi muda merupakan aset penting bagi masa depan nagari. Karena itu, mereka harus diberikan pemahaman yang cukup mengenai bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan, sosial maupun masa depan pribadi.

Kita ingin anak-anak muda kita mengetahui sejak awal bagaimana bahaya narkoba dan dampaknya terhadap kehidupan. Jangan sampai generasi muda kita menjadi korban. Pencegahan harus dilakukan sebelum terjadi, bukan setelah ada korban,” tegasnya.

Ismed berharap para peserta yang mengikuti pelatihan tidak hanya mendapatkan pengetahuan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi pelopor dan penyampai informasi kepada teman sebaya serta lingkungan masyarakat.

Camat Bonjol Apresiasi Langkah Nagari Limo Koto

Sementara itu, Camat Bonjol menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wali Nagari Limo Koto beserta jajaran pemerintah nagari yang telah menggagas pelaksanaan pelatihan tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi wilayah Kecamatan Bonjol yang berada pada jalur lintasan jalan nasional, sehingga kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyalahgunaan dan peredaran narkoba perlu terus ditingkatkan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Nagari Limo Koto yang telah melaksanakan kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan yang sangat penting, terutama karena Kecamatan Bonjol berada di jalur lintasan jalan nasional. Kita harus bersama-sama melakukan pencegahan dan memberikan pemahaman kepada generasi muda,” ungkap Camat Bonjol.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi dapat menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah nagari, aparat keamanan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, ninik mamak dan generasi muda dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkoba.

Pemuda Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Pelatihan selama dua hari ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para pemuda-pemudi Nagari Limo Koto mengenai bahaya narkoba sekaligus membangun keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba.

Para peserta juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengajak teman sebaya untuk menjauhi narkoba dan mengisi waktu dengan kegiatan positif.

Pemerintah Nagari Limo Koto menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan edukasi yang dilakukan sejak dini dan berkelanjutan, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif dan mampu menjadi kekuatan pembangunan nagari di masa mendatang.

Dari Nagari Limo Koto, pesan pencegahan itu digaungkan: melindungi generasi muda dari narkoba bukan sekadar program, tetapi investasi untuk masa depan nagari dan daerah.

Anjasri,C.PIL,C.LWi

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

نموذج الاتصال