🕒 00:00:00
🌤️ Memuat cuaca...
📈 IHSG 7.250 ▲ +0.45% | BBCA 9.850 ▲ +0.30% | BBRI 4.120 ▼ -0.15%
🚨 BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca Jurnalisme INFO
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Puluhan Terduga Pelaku Serang Satpam dan BKO TNI di Kebun PTPN IV Regional I, SPBUN Desak Polisi Bertindak 3 Hari

LABUHANBATU, Jurnalisme.info-

Dugaan penyerangan terhadap petugas keamanan terjadi di Afdeling V Blok T.07 Kebun Rantauprapat, PTPN IV Regional I, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan puluhan orang yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian tandan buah segar (TBS), hingga menyebabkan personel BKO TNI dan satpam mengalami dugaan penganiayaan.

Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian bermula ketika Tim Pengamanan Afdeling V melakukan patroli dan mendapati sekitar 10 orang yang diduga hendak melakukan pencurian TBS. Petugas disebut mendapat serangan menggunakan senjata tajam dan kemudian meminta bantuan melalui grup komunikasi keamanan.

Situasi kembali memanas ketika kelompok tersebut dilaporkan datang dengan jumlah sekitar 20 orang menggunakan sepeda motor. Dalam kejadian itu, Praka Dwi Pratama, personel BKO TNI, dilaporkan mengalami pemukulan, sementara seorang satpam bernama Nuriyadi juga disebut menjadi korban penganiayaan. Selain itu, tiga unit sepeda motor milik satpam dan BKO TNI dilaporkan mengalami pengrusakan.


Setelah informasi penyerangan diterima, sekitar 100 orang yang terdiri dari Tim Pengamanan 1KRP, BKO TNI, SPBUN dan karyawan perkebunan berkumpul di lokasi. Personel Polres Labuhanbatu tiba sekitar pukul 15.30 WIB dipimpin Kabag Ops dan Kasat Samapta bersama anggota untuk mengamankan areal serta menindaklanjuti kejadian.

Perwakilan SPBUN Basis Kebun Rantauprapat, Donal Sipahutar bersama Komisaris Afdeling Marolop Gultom, S.H., mendesak Polres Labuhanbatu segera mengusut tuntas dugaan penyerangan, penganiayaan, dan pengrusakan tersebut. 

“Kami mendesak pihak Polres Labuhanbatu untuk segera menangkap pelaku curas sesuai dengan video yang beredar di media sosial tersebut,” demikian pernyataan perwakilan SPBUN.

Dalam laporan tindak lanjut, pihak Polres dan SPBUN disebut telah menyepakati waktu tiga hari untuk menindaklanjuti penanganan perkara. Apabila dugaan pelaku belum ditangkap dalam batas waktu tersebut, SPBUN menyatakan akan menggelar orasi ke Polres Labuhanbatu sebagai bentuk desakan agar kasus segera ditindaklanjuti. 
Sementara massa yang sebelumnya berkumpul di lokasi kejadian dilaporkan membubarkan diri sekitar pukul 17.05 WIB.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Labuhanbatu AKP Rasidin, S.H., saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Menurutnya, perkara telah diserahkan kepada penyidik untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut serta mencari pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.


Fauzan,S.H
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

نموذج الاتصال