PASAMAN, Jurnalisme.info-
Pemerintah Nagari Limo Koto, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan dan penyalahgunaan narkoba di Aula Nagari Limo Koto, Senin–Selasa, 21–22 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah nagari dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak masa depan generasi penerus.
Sosialisasi diikuti oleh para pemuda yang berasal dari lima jorong di Nagari Limo Koto. Masing-masing jorong mengutus sebanyak lima orang peserta, sehingga total peserta dari unsur pemuda berjumlah 25 orang
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, tetapi juga mendorong para pemuda menjadi agen pencegahan di lingkungan masing-masing.
Wali Nagari Limo Koto, Ismed Junaidi, mengatakan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan masyarakat paling bawah.
“Generasi muda merupakan aset penting bagi nagari. Karena itu, kita harus bersama-sama menjaga mereka agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Melalui kegiatan ini, kami berharap para pemuda mendapatkan pengetahuan yang cukup dan mampu menyampaikan kembali kepada teman-teman serta masyarakat di jorong masing-masing,” ujar Ismed Junaidi.
Menurutnya, pemerintah nagari tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan pencegahan. Peran keluarga, tokoh masyarakat, pemuda, ninik mamak serta seluruh unsur masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Camat Bonjol menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Nagari Limo Koto yang telah memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
“Pencegahan narkoba harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai generasi muda kita menjadi korban. Pemuda harus diberikan pemahaman, kegiatan positif dan ruang untuk berkembang sehingga mereka dapat menjadi generasi yang produktif dan membawa kemajuan bagi nagari,” kata Camat Bonjol.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar mengikuti kegiatan sosialisasi, tetapi turut menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan pergaulan dan masyarakat di jorong masing-masing.
“Harapan kita, 25 pemuda yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba. Kalau kesadaran ini tumbuh bersama, maka upaya menciptakan lingkungan yang aman dan sehat akan semakin kuat,” lanjutnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait bahaya narkoba, dampak penyalahgunaan narkotika bagi kesehatan dan kehidupan sosial, serta pentingnya peran generasi muda dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Peserta yang hadir berasal dari lima jorong di Nagari Limo Koto, masing-masing sebanyak lima orang pemuda. Keterlibatan langsung generasi muda tersebut diharapkan mampu memperkuat gerakan pencegahan narkoba berbasis masyarakat di tingkat nagari.
Pemerintah Nagari Limo Koto menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk membangun kesadaran masyarakat dan melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan tercipta pemuda Nagari Limo Koto yang memiliki pengetahuan, kepedulian dan keberanian untuk mengatakan “tidak” terhadap narkoba, sekaligus aktif mengajak lingkungan sekitarnya
Warman by runciang



