🕒 00:00:00
🌤️ Memuat cuaca...
📈 IHSG 7.250 ▲ +0.45% | BBCA 9.850 ▲ +0.30% | BBRI 4.120 ▼ -0.15%
🚨 BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca Jurnalisme INFO
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Camat Gelumbang Dampingi Plt Bupati Muara Enim Tinjau Karhutla di Desa Teluk Limau


‎MUARA ENIM, Jurnalisme.info-

Camat Gelumbang Chandra Firmansyah, S.E., M.Si., mendampingi Plt. Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (14/9/2026).

‎‎Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait dalam menangani serta mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang terdampak musim kemarau panjang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0404/Muara Enim Letkol Kav Sahid Winagiri, S.Hub.Int., M.M., Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., Danramil 404-01/Gelumbang Kapten Inf. Sutrisno, Kalaksa BPBD Muara Enim, Kepala Dinas Perhubungan Muara Enim, jajaran Dinas Kesehatan, Damkar, Kasat Pol PP Muara Enim, Forkopimcam Gelumbang, para kepala desa, pemangku kepentingan, serta masyarakat peduli api.

‎‎Camat Gelumbang Chandra Firmansyah mengatakan, Pemerintah Kecamatan Gelumbang bersama Tim Karhutla terus melakukan berbagai upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran hutan dan lahan sesuai dengan arahan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

‎‎Menurutnya, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya Karhutla. Pihak kecamatan bersama unsur TNI dan Polri secara aktif melakukan patroli sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

‎‎“Pemerintah Kecamatan Gelumbang bersama tim terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Kami juga berkeliling bersama TNI dan Polri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Chandra.

‎Selain melakukan sosialisasi, patroli terpadu juga terus ditingkatkan. Apabila ditemukan titik api, tim gabungan yang berada di lapangan bersama TNI-Polri segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas.

‎‎Chandra juga menyampaikan apresiasi kepada Plt. Bupati Muara Enim bersama Forkopimda yang turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Karhutla di wilayah Kecamatan Gelumbang.

‎Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah bersama unsur terkait menjadi motivasi bagi seluruh tim yang selama ini bekerja di lapangan. Ia berharap hasil peninjauan tersebut dapat menghasilkan langkah penanganan yang semakin efektif dan mampu menekan potensi terjadinya kebakaran kembali.

‎‎Lebih lanjut, Chandra menjelaskan bahwa Karhutla yang terjadi di wilayah Kecamatan Gelumbang tidak seluruhnya dapat langsung dikaitkan dengan aktivitas pembukaan lahan. Dari sejumlah lokasi yang ditemukan, terdapat indikasi penyebab lain yang masih perlu dilihat dan dikaji berdasarkan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan faktor alam.


‎‎“Tidak semua kebakaran yang terjadi disebabkan oleh pembukaan lahan. Ada beberapa lokasi yang ditemukan indikasi penyebab lainnya. Karena itu, penanganannya harus melihat kondisi dan penyebab kebakaran di lapangan,” jelasnya.

‎‎Sementara itu, Plt. Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si., mengatakan bahwa berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, api telah berhasil dipadamkan. Namun demikian, asap masih terlihat dan bertahan di sejumlah titik, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut.

‎Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api dapat kembali muncul dari dalam lapisan gambut apabila tidak dilakukan pendinginan secara maksimal. Untuk itu, menurut Sumarni, penanganan membutuhkan ketersediaan air yang cukup serta kerja sama seluruh unsur terkait.

‎‎“Di Muara Enim ini ada beberapa kecamatan yang memang lumayan parah Karhutlanya. Sehingga kami hadir bersama Forkopimda, ada Kapolres Muara Enim, Kejaksaan Negeri dan Dandim. Kami berkolaborasi bersama menangani Karhutla ini,” kata Sumarni.

‎Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah mengerahkan berbagai unsur dan sarana untuk mendukung penanganan Karhutla, mulai dari BPBD, Damkar, Manggala Agni hingga dukungan personel dan peralatan dari TNI-Polri.

‎‎“Selain dari pemerintah daerah, kami juga mengarahkan BPBD, kemudian Damkar, Manggala Agni yang sudah berbulan-bulan tidak pulang karena Karhutla ini,” lanjutnya.

‎Menurut Sumarni, salah satu kendala utama dalam proses pemadaman di tengah musim kemarau panjang adalah keterbatasan sumber mata air. Kondisi lahan yang kering membuat proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar.

‎“Yang menjadi kendala kita karena kemarau yang cukup panjang ini adalah sumber mata air. Semua sudah kita kerahkan, baik mobil Damkar maupun mobil untuk suplai air.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

نموذج الاتصال