Semarak syiar Islam kembali menggema di Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-4 tingkat Nagari Panti Timur resmi dibuka pada Selasa, 25 Agustus 2026, bertempat di Masjid Raya Jabalnur Kuamang.
Pembukaan MTQ berlangsung penuh khidmat dan semarak. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Panti, Refrizal, SH, yang hadir bersama jajaran pemerintahan kecamatan, Pemerintah Nagari Panti Timur, tokoh agama, ninik mamak, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat setempat.
MTQ ke-4 ini bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada generasi muda Nagari Panti Timur.
Camat Panti: MTQ Bukan Sekadar Mengejar Juara
Dalam sambutannya, Camat Panti Refrizal, SH menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Nagari Panti Timur, panitia pelaksana, para tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terlaksananya MTQ ke-4 tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ harus mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman agama, akhlak dan karakter yang baik.
Refrizal menegaskan, semangat mengikuti MTQ jangan hanya berorientasi pada persoalan menang atau kalah. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu menumbuhkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an. Mudah-mudahan para peserta nantinya menjadi generasi yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilainya,” demikian pesan Camat Panti.
Ia juga berharap kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, karena menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.
Wali Nagari Esgianto: Momentum Membumikan Al-Qur’an
Sementara itu, Wali Nagari Panti Timur Esgianto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terlaksananya MTQ ke-4 tingkat Nagari Panti Timur.
Menurut Esgianto, pelaksanaan MTQ merupakan bentuk komitmen Pemerintah Nagari Panti Timur bersama masyarakat dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius serta memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan.
Ia menilai, antusiasme masyarakat dalam mendukung pelaksanaan MTQ merupakan modal penting untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, MTQ ke-4 tingkat Nagari Panti Timur dapat kembali kita laksanakan. Ini merupakan kebanggaan kita bersama. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk membumikan Al-Qur’an dan membentuk generasi muda yang Qur’ani,” ujar Esgianto.
Esgianto juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para peserta. Menurutnya, keberanian anak-anak dan generasi muda untuk tampil dalam ajang MTQ patut diapresiasi karena mereka merupakan calon penerus yang akan membawa nama baik Nagari Panti Timur di masa mendatang.
“Yang terpenting adalah keberanian, semangat belajar dan kecintaan kepada Al-Qur’an. Kepada seluruh peserta, tampilkan kemampuan terbaik dan jadikan MTQ ini sebagai pengalaman untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi,” katanya.
Bukan Sekadar Perlombaan, Tetapi Investasi Generasi
Pelaksanaan MTQ di tingkat nagari memiliki arti strategis dalam membangun fondasi kehidupan masyarakat yang religius. Dari kegiatan seperti inilah diharapkan lahir qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta generasi muda yang memiliki kemampuan sekaligus kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Sejumlah kegiatan MTQ di berbagai daerah juga menempatkan perlombaan sebagai sarana pembinaan generasi muda dan penguatan syiar Islam di tengah masyarakat.
Karena itu, MTQ ke-4 Nagari Panti Timur diharapkan tidak berhenti pada pengumuman para pemenang nantinya. Semangat membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an diharapkan terus tumbuh di rumah-rumah, masjid, surau, lembaga pendidikan keagamaan dan lingkungan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah nagari, pemerintah kecamatan, tokoh agama, ninik mamak, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat, MTQ ke-4 Nagari Panti Timur diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus membangun generasi muda yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia.
Dari Masjid Raya Jabalnur Kuamang, semangat mencintai Al-Qur’an kembali dinyalakan. Bukan hanya untuk mencari juara, tetapi untuk melahirkan generasi Panti Timur yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
Anjasri,C.PIL




