Dalam momentum nasional tersebut, Kapolres Aceh Tengah AKBP. Muhammad Taufiq, S.I.K., M.H., hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai wujud komitmen memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” upacara dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Kasiwas Polres Aceh Tengah AKP. Walter Sihotang, S.H., bertindak sebagai Perwira Upacara dan Danramil 05 Linge Lettu Inf. Mukhlis sebagai Komandan Upacara.
Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00.WIB tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, para kepala SKPK, serta ratusan pelajar SMA sederajat dari berbagai sekolah di Kabupaten Aceh Tengah.
Turut hadir dalam upacara tersebut Kasdim 0106/Aceh Tengah Mayor Czi Eko Amin Tohari, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tengah Hendri Yanto, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Aceh Tengah Drs. Mursyid, M.Si., Ketua DPRK Aceh Tengah Fitriana Mugie, Kepala Pengadilan Negeri Takengon Fatria Gunawa, S.H., M.H., Ketua Mahkamah Syar’iyah Takengon Dr. Win Syuhada, S.Ag., S.H., M.CL., Ketua MPU Aceh Tengah Drs. Tgk. Amri Jalaluddin, serta para pejabat utama Polres Aceh Tengah dan Kodim 0106/Aceh Tengah.
Dalam amanatnya, Bupati Aceh Tengah menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk merefleksikan sekaligus menguatkan komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi dasar negara.
“Hari ini kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Bupati.
Tema Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai fondasi perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Di tengah ketidakpastian global, pesatnya perkembangan teknologi, serta dinamika geopolitik yang terus berkembang, Pancasila dinilai telah terbukti menjadi bintang penuntun sekaligus jangkar moral yang menjaga Indonesia tetap kokoh dalam keberagaman.
“Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” tuturnya.
Liputan:(Alamsyah).

