Ratusan tahun Desa Berdiri, Ratusan Tahun Juga Warga Terlantar : Jlan Berlumpur Jadi Saksi Penderitaan Hari-hari Warga

Tapanuli Selatan, Jurnalisme.info-

Selama ratusan tahun, sebuah desa tumbuh dan berkembang, menjadi tempat tinggal, tempat berusaha, dan tempat membesarkan keluarga bagi warganya. Namun sayangnya, selama itu pula, kondisi kehidupan mereka seolah tidak berubah, bahkan terabaikan, seakan tidak pernah menjadi perhatian pihak yang berwenang, Kec Saipar Dolok Kole Kabupaten Tapanuli Selatan Dusun Pintupadang, (08 mei 2026).

Hal ini terlihat jelas dari kondisi akses jalan satu-satunya yang menghubungkan desa dengan dunia luar. Jalan yang seharusnya menjadi penunjang kehidupan, malah menjadi beban dan tantangan berat setiap hari. Tidak beraspal, penuh lumpur, berlubang, dan licin, membuatnya sangat sulit dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki.

Setiap hari, warga harus berjuang melewati jalan ini hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar. Terlihat dalam rekaman ini, para warga mengangkat dan memikul barang-barang berat di atas pundak mereka, berjalan hati-hati di atas tanah yang lembek dan berlumpur, bahkan harus berjalan di atas batang kayu yang disusun hanya agar tidak terbenam dalam lumpur. Kendaraan yang mereka miliki pun tidak bisa berfungsi maksimal, karena terlalu berisiko untuk lewat, sehingga tenaga manusia menjadi satu-satunya andalan.

Ini bukanlah kondisi yang baru terjadi, melainkan sudah berlangsung turun-temurun. Generasi demi generasi warga desa ini harus menelan pahitnya hidup terlantar, sementara harapan akan perbaikan dan kemajuan seolah hanya menjadi angan-angan semata. Mereka bekerja keras, mengembangkan usaha, dan membangun kehidupan, namun terhambat oleh satu hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama: akses jalan yang layak.

Warga sudah sering menyampaikan keluh kesah, namun seolah tidak pernah didengar atau ditindaklanjuti. Kini, mereka berharap suara mereka sampai ke telinga semua pihak, agar kondisi yang berlangsung selama ratusan tahun ini akhirnya berubah. Mereka tidak meminta hal yang berlebihan, hanya meminta hak dasar sebagai warga negara: akses yang layak, kehidupan yang lebih mudah, dan masa depan yang lebih baik untuk anak cucu mereka.

Semoga berita ini menjadi perhatian, menjadi suara bagi mereka yang selama ini tidak terdengar, dan menjadi langkah awal agar ada solusi nyata yang segera diberikan.

 Salam presismedia. com sekaligus jurnalisme.info dan p2napas. com


Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال