Jurnalisme.info
MUBA,- Sejumlah gabungan lembaga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyatakan akan menggelar aksi sebagai bentuk protes atas dugaan keterlibatan "N" oknum manager PT Hindoli yang disebut-sebut menjadi aktor kerusuhan hingga membuat warga resah.
Rencana aksi tersebut disampaikan setelah berbagai laporan dari masyarakat terkait insiden keributan yang terjadi di sekitar wilayah operasional perusahaan perihal fee lahan sumur minyak masyarakat. Peristiwa tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan serta memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Mauzan alias Bonang, salah satu perwakilan lembaga di Muba menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Dugaan keterlibatan ini "N" manager PT Hindoli tidak boleh dibiarkan tanpa adanya klarifikasi yang jelas.Kami menerima banyak laporan dan keluhan dari warga yang merasa tidak nyaman atas kejadian tersebut" ujar Bonang selaku ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Selasa, (10/03/26).
Lebih lanjut," Karena itu, gabungan lembaga di Muba berencana menggelar aksi pada tanggal 12 maret 2023 dan meminta kepada aparat penegak hukum untuk memeriksa manager tersebut secara transparan, ungkap Bonang.
Sementara itu, Ketu DPD LAN Fitriandi mengatakan, dalam aksi nanti massa juga akan menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik serta melakukan evaluasi terhadap oknum manager yang diduga menjadi pemicu kerusuhan.
"Kami meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan penyelidikan secara objektif terhadap manager tersebut agar tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Tujuan kami bukan menciptakan kegaduhan, tetapi meminta kejelasan dan keadilan agar masyarakat Muba tidak terus-menerus diliputi rasa resah dan diadu domba,” ujar Fitriandi singkat.
Gabungan lembaga tersebut juga mengimbau agar seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif serta tidak terprovokasi menjelang rencana aksi yang akan digelar dalam waktu dekat.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Hindoli belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum manager dalam peristiwa kerusuhan yang menjadi perhatian masyarakat di Musi Banyuasin tersebut.
Tim

