Pekan Benih Sawit 2026 di Palembang, Perkuat PSR dan Lawan Peredaran Benih Ilegal

 



PALEMBANG | Jurnalisme.info — Workshop Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan Pekan Benih Sawit 2026 digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Sumatera Selatan, pada 12–13 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani dalam mendorong penggunaan benih sawit unggul dan bersertifikat.

Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari workshop dan klinik PSR, workshop pupuk, pameran benih sawit, pameran agrokomia, hingga deklarasi bersama melawan peredaran benih sawit ilegal.

Narasumber kegiatan, Alek, menyampaikan bahwa perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan memiliki luas sekitar 1,2 juta hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 550 ribu hektare atau sekitar 43–44 persen merupakan kebun milik petani, baik melalui pola kemitraan plasma maupun petani swadaya.

Menurutnya, penggunaan benih unggul dan bersertifikat menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit. Ia juga mengingatkan petani agar tidak menggunakan benih ilegal karena dapat menimbulkan kerugian dalam jangka panjang.

“Dampak benih ilegal biasanya baru terlihat setelah tanaman berproduksi. Saat itu petani akan kesulitan karena tidak ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Selain itu, kemitraan antara perusahaan dan petani melalui kelompok tani atau koperasi dinilai penting untuk memperkuat kelembagaan petani dan mempermudah akses pembinaan serta pendampingan.

Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan edukasi dan informasi terkait pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penggunaan benih berkualitas, serta pentingnya sinergi antara petani, perusahaan, dan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan sawit.

Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempercepat keberhasilan program PSR serta meningkatkan kesejahteraan petani sawit, khususnya di Sumatera Selatan. (Ayu Wahyuti)

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال