Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Lapangan Upacara SDN 9 Sukamerindu Jadi Sorotan Tajam Masarakat

 


MUARA ENIM.jurnalisme.info.— Pembangunan proyek lapangan upacara di SD Negeri 9 Sukamerindu, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut menjadi perhatian publik pada Selasa, 20 Januari 2025, lantaran diduga dikerjakan tidak sesuai dengan standar kualitas yang semestinya.


‎Hasil pantauan media di lokasi menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Meski proyek belum lama selesai dikerjakan, bangunan lapangan upacara sudah mengalami kerusakan. Terlihat jelas pada bagian atas bangunan yang mulai hancur dan rusak.
‎ Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa mutu pekerjaan tidak maksimal dan terkesan dikerjakan secara asal-asalan.



‎Tidak hanya itu, kualitas material bangunan juga menjadi sorotan. Secara kasat mata, campuran adukan pada bangunan terlihat lebih dominan pasir dibandingkan semen. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan daya tahan dan kekuatan bangunan dalam jangka panjang, terlebih lapangan upacara merupakan fasilitas umum yang digunakan setiap hari oleh siswa dan guru.




‎Masyarakat setempat menyayangkan kondisi tersebut. Mereka menilai proyek yang bersumber dari uang negara seharusnya dikerjakan secara profesional, transparan, dan sesuai spesifikasi teknis. Namun fakta di lapangan justru memperlihatkan hasil pekerjaan yang jauh dari harapan.

‎“Ini sangat disayangkan. Proyek baru selesai, tapi sudah rusak. Kalau dari awal sudah begini, bagaimana nanti ke depannya,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

‎Selain soal kualitas fisik bangunan, masyarakat juga mempertanyakan pengawasan dari dinas terkait. Mereka mendesak agar instansi yang berwenang segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan ulang (kroscek) terhadap seluruh tahapan pekerjaan proyek lapangan upacara di SD Negeri 9 Sukamerindu, mulai dari kualitas material, metode pengerjaan, hingga kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).


‎Masyarakat menegaskan bahwa proyek tersebut menggunakan uang negara, sehingga tidak boleh dikerjakan sembarangan. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian atau dugaan penyimpangan, mereka meminta agar pihak pelaksana proyek diminta bertanggung jawab sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah, pelaksana proyek, maupun dinas terkait di Kabupaten Muara Enim belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi bangunan dan dugaan rendahnya kualitas pekerjaan tersebut.

‎Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap temuan ini dan segera mengambil langkah tegas demi menjaga kualitas pembangunan serta kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran negara.

Jurnalisme Robin 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال