BENER MERIAH-Jurnalisme.Info:Dilansir dari pemberitaan sebelumnya yg sempat viral, menyebutkan tindakan diskriminatif oleh aparatur desa yakni desa Tingkem Benyer Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah kepada beberapa warga, Selasa (03/03/2026).
Aparatur desa Tingkem Benyer melalui kepala Desa Satria putra SE, didampingi Petue Albiyan selaku penanggung jawab air bersih desa menyampaikan,
"Itu tidak benar bahwa kami melakukan diskriminatif seperti yg beritakan tentang masalah air desa, memang ada salah seorang warga kemarin sempat terputus aliran airnya sehingga mengakibatkan air meluap sampai ke badan jalan, untuk itu kami perintahkan Imam dusun untuk menutup pipa tersebut, karna sebelumnya pipa sudah terbakar kami juga tidak tau penyebab pasti pipanya terbakar, jadi tidak ada maksud untuk memutuskan aliran air ke rumah warga tersebut, karna masih dalam perbaikan," ucapnya.
Ditambahkannya," Adapun terkait masalah iuran memang kita pungut biaya Rp. 10000 per bulan, bagi masyarakat yg berdomisili di desa Tingkem Benyer, dan untuk warga yg hanya mandah (Tinggal sementara) kita kenakan 15-20 ribu rupiah per bulan, untuk pemasangan pipa rumah yg baru pindah, kita kenakan biaya pemasangan dan pengadaan pipa nya dengan harga Rp. 700 sampai 800 ribu rupiah guna menyalurkan air bersih program desa, bukan Rp. 1.500.000 seperti yg dikabarkan"ungkap satria putra,
"Karna bencana hedrometeologi nov 2025,yg lalu terjadi di hulu air banyak vipa telah hilang di Bawak air, sehingga awal januari 2026 kemarin penambahan pipa dengan anggaran 100 juta rupiah itu menggunakan dana pribadi saya,walaupun nantinya tahun depan akan dibayarkan oleh BUMK," ujarnya.
Harapan Satria Putra," air bersih dapat tersalurkan ke seluruh rumah warga, jangan sampai warga desa tidak memiliki air bersih mengingat pada awal tahun kemarin hampir semua sumur warga kekeringan",tambah satria
Aparatur desa Tingkem Benyer mengharapkan, masyarakat agar jangan mudah terprovokasi, dengan hal yg belum tentu sesuai dengan faktanya apapun permasalahan baiknya kita musyawarahkan bersama di desa serta apapun yg menjadi keputusan harus melalui musyawarah.
Liputan:(Alamsyah)

