ACEH TENGAH-Jurnalisme.Info: Viralnya di Medsos tentang keluhan beberapa ibu-ibu warga Kampung Nunang Antara Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah pada beberapa hari yang lalu yang berdurasi dua menit enam detik, Selasa (03/03/2026).
Didalam video tersebut terlihat 14 orang ibu-ibu yang mengutarakan kekesalan dan kekeluhan mereka terhadap Reje setempat.
Dengan viralnya video tersebut, akhirnya Reje Nunang Antara Memberikan Keterangan kepada awak media terkait video yang viral di medsos tersebut.
Gama Hudi, S.T, selaku Reje Nunang Antara menjelaskan," Terkait uang kebersihan yang disebutkan, waktu itu sudah dimintai semua data kepada warga, dan diminta oleh sekretaris desa, lalu semua data diserahkan ke kantor Camat Bebesen, di kantor camat itu bahwa warga yang tidak memberikan/mencantumkan foto, maka pihak kantor camat menolak dan tidak memberi, karena ada beberapa warga yang tidak memberikan foto termasuk ibu-ibu yang didalam video tersebut," ucap Gama Hudi, S.T.
"Lalu warga itu datang ke kantor Reje, lalu saya sampaikan, silakan di data ulang lagi, biar saya sampaikan nanti ke kantor camat lagi, lalu warga itu menuturkan " Tidak usah lagi" kata warga, lalu warga datang kekantor camat Bebesen, dan pihak kecamatan menjelaskan kepada warga, "Silakan dilengkapi datanya, dan foto" ucap orang kecamatan kepada warga," ujar Reje kepada awak media.
Ditambahkannya," Berselang tiga hari kemudian, warga kembali mendatangi kantor Bupati Aceh Tengah dan mempertanyakan hal tersebut, dan terima langsung oleh Sekda, lalu dipersilakan masuk keruangan, setelah didalam ruangan, warga meminta pemekaran dan uang kebersihan tidak perlu lagi di cairkan," tuturnya.
"Sudah sepakat mau disetujui untuk di bayar dan melengkapi persyaratan, setelah masuk keruangan Sekda, mereka menyatakan tidak usah dibayar, kami mau pemekaran saja, ucap warga itu, tidak komenmen awal yang mereka minta, udah lain lagi, sudah plin plan, bikin rusak nama baik Kampung Nunang Antara," tandas Reje.
Lalu Reje setempat kembali menjelaskan," waktu didepan saya warga tidak ada menyebutkan pemekaran, begitu juga di dalam video tersebut, seakan saya selaku Reje tidak pernah mengurus dan memikirkan mereka, selama saya menjabat sebagai Reje di Kampung Nunang Antara ini, banyak perubahan dan kemajuan, baik desa dan kantor desa," tambah Reje.
Begitu juga ucapan warga di video itu, yang mengatakan istri Reje melabrak warga, awak media langsung mewawancarai istri dari Reje tersebut," Itu tidak mungkin ada pak, yang ada waktu itu saya mendatangi salah satu warga dan menanyakan, karena dia ada membuat postingan di tik-tok dan menyebutkan daging meugang belum di bagi, lalu saya jelaskan, karena lembu datangnya jam dua siang, kita menunggu musyawarah bersama baru di potong, itu yang saya ucapkan kepada warga, bukan saya labrak," dan setelah ada hasil musyawarah, lembu itu langsung disembelih dan dimasak langsung dibagikan kepada seluruh warga Kampung Nunang Antara," ungkap istri Reje kepada awak media.
Kembali Reje tersebut menambahkan," Jika ada kesilapan serta kekurangan dan kesalahan baik dari Reje dan aparatur, silakan disampaikan serta kita musyawarahkan di kantor Reje, kami juga manusia yang tidak luput dari kesilapan dan kesalahan, dengan ini saya menyampaikan bahwa hal tersebut hanya kesalahan komunikasi, semoga kedepannya dapat kita jalin kerja sama untuk membangun Kampung Nunang Antara ini," ungkap Reje.
Liputan:(Alamsyah)

