Muara Enim, Jurnalisme.info-
Proyek pembangunan tribun dan sarana prasarana Lapangan Sepak Bola Talang Nangka, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, bangunan yang baru beberapa bulan dikerjakan itu dilaporkan telah mengalami kerusakan serius pada bagian struktur utama, 14 Februari 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi tribun yang memprihatinkan. Rangka baja dilaporkan ambruk, sementara atap seng terlihat beterbangan dan tidak lagi terpasang sempurna. Kerusakan tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama jika fasilitas tetap digunakan tanpa perbaikan menyeluruh.
Proyek tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.181.150.000. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Adhitya Nugraha melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muara Enim.
Kekecewaan Warga
Sejumlah warga Talang Nangka menyampaikan rasa kecewa terhadap kualitas pengerjaan proyek tersebut. Mereka menilai hasil pembangunan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan.
“Baru beberapa bulan selesai dikerjakan, tapi sudah rusak seperti ini. Kami khawatir kalau dibiarkan, bisa membahayakan masyarakat, terutama anak-anak yang sering bermain bola di sini,” ujar salah seorang warga.
Warga juga mempertanyakan standar kualitas material dan pengawasan teknis selama proses pengerjaan berlangsung. Menurut mereka, proyek dengan nilai lebih dari satu miliar rupiah seharusnya memiliki kualitas konstruksi yang kuat dan tahan lama.
Desakan Audit dan Evaluasi Menyeluruh
Masyarakat meminta pihak Dinas
Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muara Enim untuk segera melakukan pengecekan ulang secara langsung di lapangan. Mereka juga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek.
“Jangan hanya menerima laporan di atas kertas. Harus turun langsung melihat kondisi sebenarnya,” tegas warga lainnya.
Selain itu, warga berharap adanya transparansi mengenai spesifikasi teknis bangunan, kualitas material yang digunakan, serta masa pemeliharaan proyek sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja.
Potensi Risiko Keselamatan
Kerusakan pada struktur rangka baja dan atap seng dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna lapangan. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut bisa menimbulkan risiko cedera bahkan korban jiwa, terutama saat lapangan digunakan untuk kegiatan olahraga atau acara masyarakat.
Sejumlah tokoh masyarakat meminta agar area tribun sementara waktu ditutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Harapan Perbaikan dan Tanggung Jawab
Warga berharap kontraktor pelaksana bertanggung jawab penuh atas kondisi bangunan tersebut. Mereka juga meminta pemerintah daerah memastikan adanya perbaikan sesuai standar teknis yang berlaku.
Proyek infrastruktur olahraga sejatinya diharapkan dapat mendukung
pembinaan atlet lokal dan aktivitas kepemudaan di Kecamatan Lembak. Namun, kondisi bangunan yang rusak justru menimbulkan kekecewaan dan pertanyaan besar terkait kualitas pelaksanaan proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muara Enim belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan maupun langkah tindak lanjut yang akan diambil


