Pemerintah Kabupaten Pasaman terus memperkuat langkah nyata dalam melindungi masyarakat melalui Program Unggulan “Nagari Tangguh Bencana”, sebuah gerakan terpadu yang menempatkan kesiapsiagaan warga sebagai garda terdepan menghadapi ancaman bencana alam.
Di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian, program ini menjadi bagian penting dari upaya membangun Pasaman yang aman, tangguh, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana seperti banjir, longsor, gempa bumi, hingga cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemkab Pasaman menggerakkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasaman, pemerintah nagari, relawan, tokoh masyarakat, hingga kelompok pemuda untuk membangun sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat sampai ke tingkat jorong dan nagari.
Program Nagari Tangguh Bencana tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga menitikberatkan pada mitigasi dan edukasi sejak dini.
Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari pelatihan evakuasi mandiri, simulasi kebencanaan, pembentukan relawan siaga, pemetaan daerah rawan bencana, hingga penyediaan jalur dan titik evakuasi di kawasan strategis.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita ingin masyarakat memiliki kemampuan dan kesiapan menghadapi bencana secara cepat dan tepat,” ujar Kepala BPBD Pasaman, Mardianto didampingi Kasatpol PP Yusrizal, serta Wali Nagari Hendra Gunawan di Media Center Dinas Kominfo Pasaman, Kamis (21/5/2026).
Mardianto menjelaskan, program ini sejalan dengan visi “Terwujudnya Pasaman Bangkit yang berkarakter, maju dan berkelanjutan” serta mendukung RPJMD Kabupaten Pasaman Tahun 2025–2029, khususnya misi kedelapan tentang peningkatan kesiapsiagaan dan tanggap bencana.
Menurutnya, tujuan utama program tersebut adalah membentuk nagari yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi menghadapi ancaman bencana sekaligus mampu pulih lebih cepat setelah bencana terjadi.
“Program ini mencerminkan perubahan paradigma dari sekadar menunggu bencana menjadi pengelolaan risiko bencana secara aktif dan terencana,” katanya.
Selama satu tahun pemerintahan Welly–Parulian, BPBD bersama organisasi perangkat daerah terkait mencatat sejumlah capaian penting. Jika pada Mei 2025 baru terbentuk 45 Kelompok Siaga Bencana (KSB), kini seluruh 62 nagari di Kabupaten Pasaman telah memiliki kelompok siaga bencana aktif.
Selain itu, empat nagari telah resmi ditetapkan sebagai Nagari Tangguh Bencana, yakni Nagari Durian Tinggi, Nagari Pauh, Nagari Tanjung Beringin Utara, dan Nagari Aia Manggis Barat.
Pemerintah daerah juga menargetkan pada 2026 sebanyak 15 kelompok siaga akan ditingkatkan statusnya menjadi Nagari Tangguh Bencana melalui penilaian ketangguhan desa/nagari.
Dari sisi sarana dan prasarana, seluruh nagari kini telah memiliki perlengkapan dasar kebencanaan seperti handy talky (HT), helm, dan pelampung. Sementara nagari yang telah berstatus tangguh juga dilengkapi perahu evakuasi, chainsaw, hingga alat pemadam api ringan (APAR).
Sepanjang 2025 hingga April 2026, berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat juga terus dilakukan. Di antaranya pemetaan potensi bencana, penentuan titik kumpul dan jalur evakuasi di sejumlah nagari.
Selain itu, dilakukan juga simulasi penyelamatan korban bencana bersama Basarnas dan Dinas Kesehatan, hingga Gerakan Nagari Menanam dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2026 dengan penanaman 6.200 pohon di seluruh nagari se-Kabupaten Pasaman.
Meski demikian, Pemkab Pasaman mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam membangun kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan nagari yang benar-benar tangguh, baik dari aspek layanan dasar, regulasi, pendidikan, kesehatan, maupun koordinasi antar-stakeholder.
Pemerintah berharap, melalui gerakan ini, setiap nagari di Pasaman mampu menjadi wilayah yang mandiri, cepat pulih, dan bangkit kembali saat menghadapi bencana. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan daerah sekaligus menurunkan indeks risiko bencana di Kabupaten Pasaman. (Kominfo)
Publisher : Anjasri,C.PIL

