ACEH TENGAH-Jurnalisme.Info: Beredarnya informasi di medsos dan menjadi hangat saat ini perbincangan masyarakat Aceh Tengah, baik diwarung kopi dan ditempat umum, terkait akan dibukanya Pertambangan Emas di Aceh Tengah, Jumat (15/05/2026).
Salah satu warga Kecamatan Pegasing bernama Said Muslim mengkritik keras dan menolak tentang Pertambangan Emas yang akan di buka di Aceh Tengah, ia menilai ini akan menjadi masalah besar bagi warga baik disekitar tempat lokasi yang akan dibukanya Pertambangan Emas.
Said Muslim menuturkan kepada awak media," Terima kasih Hai Tuan Tambang, anda seolah-olah bisa menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Anda bisa mengatur siapa saja di negeri ini, anda bisa membeli siapa saja yang Anda perlukan, Anda bisa menyewa siapa saja yang Anda inginkan," ucap Said Muslim.
"Anda bisa membeli wagub atau merekrut ‘bodyguard itu terserah! Tetapi lewati dulu bupati kami beserta rakyatnya," ujar Said Muslim.
Ditambahkannya," Saya bisa memahami perasaan Anda sekarang. Dan bisa juga memahami perasaan Anda sejak ketika diberi lampu hijau wagub. Yaitu, perasaan Anda yang bahagia luar biasa. Karena Anda berhasil bermain diatas dan kebayang berkilau nya warna ke emas-emasan , salah itu tuan tambang janganlah pernah tuan menginjak-injak harga diri bangsa kami –bangsa Gayo," tuturnya.
Anda tidak salah. Anda hanya berperilaku sebagai seorang pembeli. Pembeli yang anda inginkan. Pepatah mengatakan, “Pembeli itu Raja”. Tentunya maksud pepatah ini adalah bahwa penjual kekuasaan akan melayani Anda seperti raja. Anda itu adalah seorang ‘customer’ istimewa di mata para pedagang kekuasaan.
Bupati kami bukan bangsa pecundang, bukan level kekuasaan asongan sampai apalagi pedagang kekuasaan level plaza.
Anda belum bisa dikatakan beruntung, apakah karena anda dekat wagub lantas anda itu akan beruntung ? Jelas tidak
Berbahagialah Anda, Tuan Penambang. Berbahagia karena berhasil dekat dengan wagub dan kemudian menjajakan nama wagub untuk urusan tambang. Maaf tuan tambang itu tidak berlaku di kami, Anda sudah terlanjur salah, lebih baik tuan tambang dekati bupati saja itu lebih baik agar bisa nyaman.
Anda bisa keluar-masuk di ruangan kerja bupati please, lebih terhormat ketimbang tuan tambang naik lift kemudian ketok pintu lantas masuk dan duduk di sofa.
Anda tidak salah, Tuan penambang. Yang salah adalah kami semua. Kami sangka Pancasila itu diamalkan oleh para pemimpin kami sesuai dengan ceramah mereka. Ternyata sudah lama dilakukan ‘penyesuaian’ pengamalan Pancasila dengan ‘kebutuhan’ zaman.
Kami tak ingin Pancasila itu dijadikan alat berpura-pura. Kami ingin Pancasila tetap disimplifikasikan menjadi panduan yang luwes (fleksibel) agar para petinggi bisa beradaptasi dengan suasana kompetitif.
Sampai disini mungkin Kami terlambat tahu bahwa langkah tuan tambang mungkin sudah dibangun kompetisi di kalangan para petinggi kerja sama dengan tuan tambang. Yaitu, kompetisi menjual kekuasaan supaya ada ‘penerimaan non bujeter’ yang lebih besar.
Beberapa kritikan serta komentar dari Said Muslim selaku warga Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah yang di himpun awak Media Jurnalisme.Info. diantaranya:
"Dengan kehadiran tuan ke Gayo mulai kami berasumsi bahkan mengkaji kompetisi antar tuan tambang lainnya dimana tuan tambang dan pemegang kekuasaan sedang berlomba atau bersaing untuk mendapatkan hasil penjualan terbanyak. Termasuk bersaing dalam merebut pembeli kekuasaan kelas paus. Tampaknya, Tuan Penambang bisa dikategorikan ke dalam daftar pembeli papan atas juga yach !! Bisa diberi penghargaan “best buyer”. Pembeli terbaik," ungkapnya.
Liputan:Alamsyah)


