Pacu Satu Data Indonesia Pemkab Pasaman Gelar Rakor TPI Untuk Persiapan EPSS 2026

Pasaman, Jurnalisme.info-

Terwujudnya capaian Satu Data Indonesia (SDI) melalui Penyelenggaraan Statistik Sektoral (PSS) di daerah yang semakin baik adalah harapan bersama. Impelementasi Satu Data Daerah dari kualitas PSS pada Instansi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan kategori nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang baik melalui rintisan, terkelola, terdefinisi, terpadu dan terukur serta optimum menjadi gambaran PSS yang baik bagi daerah.

Guna terus memacu dan meningkatkan PSS dan mempercepat terwujudnya Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman melalui Dinas Komunikasi Informatika menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Selasa, (7/4/2026).

Kegiatan Rakor TPI EPSS 2026 ini menghadirkan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama staf admin serta operator Satu Data Daerah (SDD) dari instansi di Lingkungan Pemkab Pasaman serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman.

Acara secara resmi dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Asrial Arfandi Hasan, didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika Fatrizon, serta OPD fokus EPSS 2026.

Dalam Penyampaiannya, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Asrial Arfandi Hasan menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk menghasilkan data yang akurat dan terintegrasi di daerah.

​Asrial Arfandi Hasan menegaskan bahwa penilaian EPSS tahun 2026 akan memfokuskan pemantauan pada dua instansi sebagai lokus utama, yaitu Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRPLH) Kabupaten Pasaman.

Penyelenggaraan statistik sektoral bukan hanya tugas Kominfo, Bappeda atau BPS di daerah, melainkan tanggung jawab seluruh perangkat daerah sebagai produsen data. Setiap program kerja harus menghasilkan data terstandar dan metadata yang valid agar mudah dibagikan,” tegas Asrial Arfandi Hasan.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Pasaman telah membentuk Tim Penilai Internal (TPI) melalui Keputusan Bupati Pasaman. Tim ini melibatkan lintas instansi mulai dari Sekretaris Daerah, Diskominfo, Bappeda. Selain itu, Pemkab juga melalui dinas mendorong menyiapkan SDM TIK melalui Diskominfo untuk memperkuat ekosistem digital di Pasaman.

Terpilihnya dua dinas yakni Dinas Pendidikan dan Dinas PRPLH Pasaman adalah hasil monitoring dan evaluasi menyeluruh terhadap data kompromin, meta data dan implementasi pengelolaan statistik sektoral terhadap SDI di Pasaman selama ini.

Melaui EPSS 2026 ini, Dinas Pendidikan dan Dinas PRPLH akan dinilai secara mandiri melalui TPI dan Tim Penilai Badan (TPB) terhadap proses bisnis statistik data, prinsip satu data Indonesia serta sistem statistik nasional dengan kategori 5 domain, 7 aspek serta 38 indikator. Jelas Asrial Arfandi Hasan.

Sebelumnya saat rakor dengan Kominfo di Ruang Kepala Dinas Kominfo Pasaman, ​Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pasaman, Nita Andriani dalam persiapan TPI untuk EPSS 2026 tersebut mengapresiasi sinergi yang telah terjalin selama ini di Pasaman.

Menurutnya, kolaborasi antara Walidata dan Sekretariat sangat krusial dalam mendukung pembangunan daerah berbasis data. kembali Nita Andriani mengingatkan jika Penyelenggaraan statistik ini berpedoman pada landasan hukum yang kuat, antara lain UU No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik. PP No. 51 Tahun 1999. Inpres No. 4 Tahun 2025 terkait Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Nita Andriani juga menekankan jika kegiatan ini sejalan dengan _Roadmap_ Reformasi Birokrasi 2024. Nita Andriani menjelaskan bahwa BPS berperan sebagai pembina statistik sektoral untuk meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kabupaten Pasaman Target utamanya adalah menciptakan data yang memenuhi standar sehingga tercipta interoperabilitas (kemudahan berbagi data) antar instansi.

​Data yang berkualitas harus dapat dibagikan dan terintegrasi dengan sistem nasional, mulai dari data kesejahteraan sosial digital hingga _Statistical Business Register_ (SBR) yang berkaitan dengan dunia usaha,” jelas Kepala BPS Pasaman ini.

Sementara, Kepala Dinas Kominfo, Fatrizon juga menyampaikan sebagai Wali Data di Pemkab Pasaman pihaknya akan mengkordinasikan seluruh OPD untuk Satu Data Daerah yang semakin baik. Muaranya sehingga tercipta Satu Data Indonesia terkait Kabupaten Pasaman yang mampu menjawab kebutuhan. Ujarnya.

Fatrizon berharap, melalui Rakor TPI dan persiapan matang sejak dini terkait EPSS 2026, Pemkab Pasaman optimis dapat meraih hasil maksimal dalam penilaian EPSS 2026. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data yang valid bagi masyarakat Pasaman kedepannya.

Rapat Koordinasi EPSS 2026 ini di ikuti oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Asrial Arfandi Hasan, Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Sekretaris Dinas PRPLH Afnita beserta admin, perwakilan dinas pendidikan, kepala Bidang Penyelenggaraan Statistik Sektoral (PSS) Diskominfo Pasaman Asnil SY, Kasi Pengolahan Data Statistik Sektoral Anafiah dan Kasi SDM dan Penguatan Lembaga Penyelenggara Statistik Sektoral  Haryadi dan Perwakilan BPS Pasaman serta staf pada Bidang PSS Kominfo 

(Anjasri,C.PIL)

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال