BENER MERIAH-Jurnalisme.Info: Sempat beredar di Medsos, tumpukan sampah dan berbagai jenis sampah lainnya berserakan dan menumpuk di jalan jalur dua Rembele Bener Meriah, Selasa (03/03/2026).
Vidio singkat yang yang beredar di Medsos tersebut di unggah pada tgl 30 Februari 2026 tersebut terlihat sampah yang dibuang di pinggir jalan jalur dua Rembele Bener Meriah sangat berdampak merusak lingkungan, kesehatan masyarakat dan tata kota.
Kegagalan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bener Meriah ini tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga dapat memicu krisis ekologis dan sosial.
Kini masyarakat mempertanyakan peranan DLH/Dinas Kebersihan Bener Meriah sebagai regulator, Fasilitator, dan pengawas yang bertanggung tanggung jawab atas tata kelola tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah mengambil sikap tegas kepada dinas DLH tersebut terkait sampah dan tanggung jawab DLH sebagai pengawas dan fasilitator jika sampah tidak dikelola dengan baik karena kurangnya sarana dan prasarana.
Masyarakat yang melewati jalur dua Rembele tersebut mengkhawatirkan terjadinya bibit penyakit yang menular, serta dapat menimbulkan bau tidak sedap, apalagi ini dalam bulan suci ramadhan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DLH/Dinas Kebersihan Bener Meriah, terkait tidak diangkutnya sampah yang berserakan dan menumpuk di jalur dua Rembele tersebut.
Liputan:(Alamsyah)

