Dramatis, Pegawai honorer di SD Bumi Jaya, Abung Timur, Lampung Utara, terpaksa menahan napas menanti gaji mereka yang belum dibayar selama satu bulan oleh kepala sekolah (Kepsek). Salah satu guru honorer yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Kamis (5/2/2026).
Kesal kami, padahal gaji gak seberapa, sampai Februari 2026 masih juga belum dibayar, kata seorang pegawai honorer yang enggan namanya dipublis pada Rabu (4/2/2026), dengan nada yang penuh kekecewaan.
Menurut Sumber, gaji yang belum dibayar adalah gaji bulan Desember 2025. Ia berharap agar Kepsek dapat segera menyelesaikan masalah ini dan membayar gaji mereka yang sudah tertunda.
Kami berharap Kepsek dapat memahami kesulitan kami dan segera membayarkan gaji kami yang sudah tertunda, tambah sumber, dengan harapan yang mulai memudar.
Keterlambatan gaji honorer ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru honorer lainnya. Mereka berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan dan gaji mereka dapat dibayarkan tepat waktu.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepsek SD Bumi Jaya, Suprihatin mengakui bahwa memang ada gaji honorer yang belum dibayar. Guru honor 6 orang, mau gajih mereka terbentur 20%, mau kita gajih sesuai juknis ngak bisa, dari Pemda belum ada kabar semenjak SK PW turun, jadi gajih PW honor bulan 12 sampai Januari belum bayar karena lagi proses, kata Kepsek.
Pengakuan Kepsek ini menunjukkan bahwa masalah gaji honorer masih dalam proses penyelesaian, namun tidak jelas kapan gaji tersebut akan dibayarkan. Para guru honorer berharap agar Kepsek dapat lebih serius dalam menyelesaikan masalah ini dan membayar gaji mereka yang sudah tertunda.
Namun, pertanyaannya, berapa lama lagi guru honorer harus menunggu? Apakah mereka harus menunggu sampai batas waktu yang tidak pasti? Apakah Kepsek tidak memahami kesulitan guru honorer yang harus menanggung beban hidup dengan gaji yang belum dibayar?
