Kistang Kecamatan Abung Barat Kabupaten Lampung Utara yang mengalami sakit keras mendapatkan perlakuan kurang manusiawi dari pemerintahan Desa setempat. Pasalnya saat meminta bantuan kendaraan ambulance mendapat penolakan dari pemerintah desa Tampa alasan yang jelas.Jumat.(29/01/2026).
Keluarga pasien sakit keras Anton mengungkapkan kekecewaan atas penolakan penggunaan ambulance desa untuk warga yang sedang sakit keras, dirinya menceritakan peristiwa yang sangat menyakitkan itu terjadi pada Jumat 29/1 dini hari, sekira pukul 00.00. Wib berinisiatif meminta bantuan ambulans desa tapi tidak mendapatkan respons dari pihak pemerintah desa setempat.
Saat bertemu sopir ambulance dia (Saleh) mengakan tidak bisa membantu mengantar pasien kerumah sakit tanpa penjelasan yang jelas Keluh kakak pasien Anton
Menurutnya penolakan ini menimbulkan kekecewaan dan kemarahan di tengah masyarakat. Warga menilai bahwa ambulans desa seharusnya digunakan untuk kepentingan sosial dan pelayanan kesehatan masyarakat, terlebih dalam kondisi darurat.
Ambulans desa itu kan untuk warga. Ini kondisi darurat, sakit keras, tapi malah tidak dibantu,imbuhnya.
Masyarakat berharap pihak pemerintah desa, khususnya Kepala Desa Kistang dapat memberikan klarifikasi terkait kejadian ini serta melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan ambulans desa agar kejadian serupa tidak terulang.
Diketahui untuk saat ini pasien yang mengalami sakit keras telah mendapatkan perawatan di rumah sakit maria regina Kotabumi. Diantar menggunakan kendaraan milik warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun sopir ambulans terkait alasan penolakan tersebut.
(Team PWRI)
