Ratusan Sopir Angkot Demo di DPRD Sulut Tolak Pengoperasian Bus Trans Manado

Bitung, Jurnalisme.info-

Ratusan sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek di Kota Manado menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara,. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap pengoperasian kembali Bus Trans Manado, Kamis 29 Januari 2026. 


​Massa aksi datang dengan membawa kendaraan angkot mereka yang diparkir berjejer di sepanjang jalan masuk kantor rakyat tersebut, menyebabkan arus lalu lintas di sekitar area Kairagi sempat tersendat.

​Para sopir angkot menyuarakan beberapa alasan utama penolakan mereka, di antaranya penurunan pendapatan dan kesejahteraan sopir. Menurut koordinator lapangan Makarius Samudara, kehadiran Bus Trans Manado dinilai akan mematikan mata pencaharian sopir angkot yang selama ini sudah kesulitan bersaing dengan transportasi online. 


""Kami sudah cukup menderita dengan kondisi sekarang. Jika Bus Trans Manado dipaksakan beroperasi, pendapatan kami yang hanya seberapa ini akan hilang total," ujarnya. 


Hal yang sama juga disampaikan oleh Robby sopir Kairagi. Ia juga menuntut agar pemerintah lebih memperhatikan perbaikan infrastruktur jalan dan regulasi transportasi lokal dibanding menghadirkan armada baru. 


Keluhan senada disampaikan oleh Deni, sopir trayek Kairagi yang telah menarik angkot sejak 2004. Ia membeberkan penurunan penghasilan yang sangat signifikan sejak bus tersebut beroperasi. "Biasa pendapatan normal Rp 350.000 per hari tapi ketika Bus Trans Manado ada pendapatan hanya  Rp150.000 per hari.

Menurut Deni, kebijakan pemerintah memberikan layanan gratis pada Bus Trans Manado membuat penumpang angkot beralih total. 


Ia mendesak pemerintah untuk mengurangi jumlah armada bus dan membatasi titik pemberhentian agar tidak bersinggungan langsung dengan jalur angkot.

​Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Sulut Royke Anter, bersama anggota DPRD Amir Liputo dan Ruslan Abdul Gani serta didampingi Kepala Sub Bagian Analis Kebijakan Muda Sekretariat DPRD Sulut, Justman Entjaurau.menemui massa untuk melakukan audiensi. 


Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter mengungkapkan, penyampaian aspirasi dari angkutan kota terlebih khusus mikrolet. Pertama bus trans yang sudah beroperasi kembali bisa dievaluasi kembali kerena berdampak sangat besar dengan penghasilan mereka. 


Apalagi saat ini masih diberikan secara gratis bagi masyarakat.  "Semua yang menjadi aspirasi akan kita tindaklanjuti. Nantinya akan kita koordinasikan dengan komisi terkait dan akan diusulkan melalui ketua DPRD. Karena di lembaga DPRD ini ada mekanisme yang mengatur. Ketika memutuskan keputusan harus melalui ketua DPRD,"katanya. 


Lanjut Anter yang juga anggota DPRD Sulut Dapil Manado  dimana kami akan menindak lanjuti secepat mungkin. 


"Saya berharap minggu depan sudah ada rapat koordinasi bersama dengan pihak terkait dalam hal ini Pemkot Manado dan akan mengundang perwakilan dari sopir angkot untuk mencari solusi bersama,"pungkasnya. 


​Hingga berita ini diturunkan, massa perlahan mulai membubarkan diri dengan tertib, namun akan kembali dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi oleh pemerintah daerah..

Sumber. Jurnalisme.info
Pewarta. Edward.H

 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال