Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Kasat Intelkam AKP Eddy Tri Jauhariansyah, Kasat Binmas AKP Sitompul, serta Kasi Humas AKP RTM Situmorang. Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan ruang dialog yang tulus untuk menyatukan visi menjaga ketenteraman umat dan masyarakat.
KH. Sholihan menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada Kapolres Muara Enim yang telah membuka pintu dengan penuh kehangatan. Ia menegaskan komitmen MUI untuk terus bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan, khususnya terkait aliran kepercayaan atau organisasi keagamaan yang diduga menyimpang.
“Semoga melalui silaturahmi ini, kita dapat saling menguatkan, berjalan bersama, dan menjadi penjaga harmoni di tengah masyarakat,” ungkap KH. Sholihan penuh harap. Bagi MUI, keamanan bukan hanya soal hukum, tetapi juga menyentuh dimensi rohani dan moral umat.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, SIK menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua MUI beserta jajaran.
Menurutnya, Polres Muara Enim selalu terbuka terhadap saran dan kritik dari seluruh elemen masyarakat demi kemajuan bersama dan terwujudnya stabilitas keamanan.
“Polres Muara Enim tidak bisa berjalan sendiri. Kami sangat membutuhkan peran para ulama dan tokoh agama. Bersama MUI, kami siap bergandengan tangan dalam menyelesaikan persoalan, termasuk terkait aliran kepercayaan dan organisasi keagamaan yang diduga menyimpang,” tegas Kapolres.
Pertemuan lebih dari sekadar agenda, dan silaturahmi ini menjadi jembatan hati antara aparat penegak hukum dan pemuka agama, menghadirkan harapan baru bagi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan.
Melalui sinergi ini, Polres Muara Enim dan MUI berharap mampu menghadirkan rasa aman yang bukan hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga menenteramkan batin masyarakat. Sebab, keamanan sejati lahir ketika hukum berjalan seiring dengan nilai-nilai keimanan, dan kedamaian tumbuh dari kerja bersama yang tulus.
Jurnalisme Robin

