Aksi Nyata Bhabinkamtibmas Aipda Windrizal: Sambangi Korban Banjir yang Belum Terdata di Nanggalo
Padang,Jurnalisme info.-02/01/2026
Aksi kemanusiaan ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Surau Gadang, Aipda Windrizal.
Di tengah duka pasca-banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kota Padang, personel Polri yang dikenal dekat dengan masyarakat ini turun langsung menyisir wilayah yang belum tersentuh bantuan di Kampung Dalam Kaum Suku Caniago, RT 03/RW 01, Kelurahan Tabing Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Jumat (2/1/2026).
Langkah ini diambil setelah munculnya laporan warga terkait minimnya pendataan dan bantuan di wilayah tersebut.
Didampingi tim, Aipda Windrizal menyalurkan bantuan sembako sekaligus melakukan verifikasi data lapangan terhadap warga terdampak.
Berdasarkan pendataan sementara pada Kamis (1/1/2026), terdapat 13 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Dalam Kaum yang terdampak parah. Tercatat 5 unit rumah warga roboh total terseret arus sungai, sementara belasan rumah lainnya kini terancam ambruk akibat abrasi Sungai Batang Kuranji. Tak hanya bangunan, lahan perkebunan warga seluas kurang lebih 1,5 hektar (15.000 m²) raib terbawa arus sungai yang kini kian mendekat ke pemukiman padat penduduk.
"Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Ini bukan sekadar masalah banjir biasa, tapi sudah menyangkut keselamatan nyawa. Tanah di sini sangat labil dan tebing sungai terus tergerus," ujar Aipda Windrizal saat meninjau lokasi.
Ia pun mendesak Pemerintah Kota Padang untuk segera mengambil langkah konkret.
Kami berharap segera dilakukan normalisasi sungai. Penanganan tanggap darurat harus menjadi prioritas sebelum jatuh korban jiwa," tegasnya.
Kekecewaan serupa diungkapkan oleh Syahrial, salah seorang warga setempat. Ia menyebut hingga satu bulan pasca-bencana, belum ada respon signifikan dari pihak Pemko Padang terkait normalisasi sungai di wilayah mereka.
"Aset kami hanyut, rumah roboh, dan nyawa kami terancam karena tinggal di bantaran sungai yang kian terkikis. Kami merasa terabaikan. Jika hujan turun, kami trauma dan was-was," keluh Syahrial.
Masyarakat Kampung Dalam Kaum Suku Caniago kini menaruh harapan besar kepada Pemko Padang dan Pemprov Sumbar. Mereka memohon agar normalisasi sungai segera dilaksanakan sebagai solusi permanen, mengingat cuaca ekstrem yang masih sering melanda.
Jika pembiaran terus berlanjut, dikhawatirkan ratusan rumah warga lainnya serta akses jalan umum akan ikut hancur diterjang arus.
(Rispondi,S.I.Kom.)
Publisher Anjasri

