Jurnaalisme.info-
PERJANJIAN ATAS DOSA YANG DI AMPUNI
Tabea ...
Mae Upu
Mae Inai
Mae Lahano
tahun 2025 merupakan perjalanan sejarah umat manusia yang tidak terlupakan
Di awal tahun 2025
manusia banyak melakukan dosa kehidupan
Setiap hembusan angin dan langkah kaki menuju akhir tahun 2025
Kesalahan kecil maupun kesalahan besar yang selalu kami manusia lakukan
Tidak pernah luput dari dosa
Tabea...
Mae Upu
Mae Inai
Mae Lahano
Katong samua anak cucu nusa ina
Benang Raja terbentang di dua tiang Noh di Ufuk Timur Gunung Murkele dan huale
Mengingatkan kita akan perjanjian dosa manusia
Bersama Upu Matahari
Upu Bumi
Upu Laut
dan Upu Daratan
adalah perjanjian Sakral yang banyak umat manusia lupa akan perjanjian tersebut
Tahuri
Tifa, Gong , Rebana ,dan Kecapi ,menyuarakan suara yang merdu
Di setiap kebaikan malam kunci Taong 2025
Mengingatkan kita orang Basudara
Agara laeng sayang laeng
Laeng Maafkan Laeng
Laeng Bantu laeng
Tahuri Pertanda akan dosa manusia dalam peperangan
Tifa Pertanda perayaan akan dosa yang di ampuni
Gong Pertanda Perdamaian akan umat manusia dengan Upu Matahari
Upu Bumi
Upu Lautan
Upu Daratan
Rebana dan Kecapi pertanda kebahagiaan ,kegembiraan ,Sukacita yang tak terhingga dan tak berkesudahan
Atas perjanjian Umat Manusia dengan Upu Matahari ,Upu Bumi ,Upu Daratan dan Upu Lautan
Nusa Ina,31 Desember 2025
Bidota singkat penulis : Ervin Rumailay ,sapaan akrab Vin merupakan seorang penulis , Jurnalis , Founder Komunitas Bengkel Sastra Syalom Nusa Ina Teluk Elpaputih , Penyair, Akademisi dan masih banyak lagi. Berasal dari Nusa Ina Maluku ,Kabupaten Maluku Tengah. karyanya Selain dunia Akademisi, Sastra Literasi ,tetapi juga banyak bergabung bersama penyair dan sastrawan Indonesia lainya. Ervin banyak memiliki piagam penghargaan baik tingkat nasional dan internasional. Sala satu karya puisi di tahun 2025 dengan judul Perjanjian Atas dosa yang di ampuni, menutup tahun 2025 ,merupakan gagasan pencerahan menapaki hari hidup di tahun 2026.

