OGAN ILIR, jurnalisme,info– Akses darat yang terbatas tidak lagi menjadi penghalang mutlak dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Ilir. Langkah progresif diambil oleh jajaran kepolisian dengan meluncurkan armada udara nirawak untuk menyisir dan memadamkan titik api di kawasan yang selama ini mustahil ditembus oleh petugas pemadam darat.
Langkah strategis ini ditinjau langsung oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Staf Logistik (Slog) Polri, Brigjen Pol Hery Santoso, S.I.K., M.H., saat turun ke titik rawan karhutla di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, tepat di sisi akses masuk Tol Pemulutan pada Jumat sore (25/9/2026) Hingga dini hari.
Kehadiran jenderal bintang satu tersebut didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, antara lain Karo Ops Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., Karo Log Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.Si., Dansat Brimob Kombes Pol James Parlindungan Hutagol, S.I.K, M.H., serta Dir Samapta Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, S.I.K.
Operasi pemadaman ini berfokus pada efisiensi teknologi.
Slog Polri menyiagakan 2 unit drone berukuran besar yang dikendalikan oleh operator khusus. Dalam setiap sesi penerbangan berdurasi 30 menit, wahana udara ini membawa senjata utama berupa cairan pemadam khusus bermerek X-Fire, yang disemprotkan secara presisi di atas vegetasi yang terbakar.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kabag Ops AKP Alias Suganda, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa uji coba taktis di lapangan ini membuahkan hasil yang memuaskan. Menurutnya, penetrasi cairan X-Fire lewat udara menjadi jawaban atas kendala geografis lahan tidur di Pemulutan yang kerap menyulitkan mobilisasi tangki air darat.
"Metode pengeboman api menggunakan drone dan formula X-Fire terbukti sangat efektif. Pola ini mempercepat proses penyekatan jalur api, sehingga kebakaran tidak meluas ke area sensitif lain di sekitar Tol Pemulutan," ungkap AKBP Rizka Aprianti.
Tidak hanya mengandalkan jalur udara, pemadaman secara manual di darat tetap digencarkan secara masif. Personel gabungan yang terdiri dari Sat Brimob, Dit Samapta, Polres Ogan Ilir, TNI, BPBD, hingga Manggala Agni saling bahu-bahu mengendalikan situasi.
Kegiatan pemantauan yang berlangsung aman dan kondusif ini menegaskan komitmen penuh Polri dalam melindungi ruang udara dan lingkungan Sumatera Selatan dari ancaman kabut asap.




