MANADO, Jurnalisme.info-
Persekutuan Doa Oikumene Netzarim Ministri Kelurahan Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, Kota Manado, kembali melaksanakan kegiatan ibadah pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diisi dengan penyampaian firman Tuhan dan kesaksian dengan mengangkat tema tentang jalan kebenaran dan kehidupan yang hanya ada di dalam nama Yesus Kristus.
Persekutuan doa tersebut dipimpin oleh Jonas Kalumata Sengkey selaku ketua pemimpin Persekutuan Doa Oikumene Netzarim Ministri. Dalam kegiatan tersebut, Hardi Paputungan hadir sebagai narasumber sekaligus pembicara yang menyampaikan pesan-pesan berdasarkan firman Tuhan.
Selain penyampaian firman, kesaksian juga disampaikan oleh Rully Langelo. Dalam kesaksiannya, disampaikan mengenai pentingnya hidup dalam kebenaran serta menjadikan Yesus Kristus sebagai jalan menuju kehidupan.
Dalam penyampaian firman Tuhan, ditekankan agar umat senantiasa mencari Tuhan dan hidup berdasarkan kebenaran firman-Nya.
“Dalam kebenaran firman Tuhan, carilah Tuhan maka kamu akan hidup. Supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api yang memakan habis dengan tidak ada yang memadamkan,” demikian pesan yang disampaikan dalam ibadah tersebut.
Sementara itu, narasumber Hardi Paputungan menjelaskan mengenai hubungan antara hukum Taurat, dosa, iman, dan kasih karunia Allah.
“Tetapi hukum Taurat ditambahkan supaya pelanggaran menjadi semakin banyak. Dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,” ujar Hardi.
Hardi juga menjelaskan bahwa Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, sehingga janji Allah diberikan kepada mereka yang percaya melalui iman kepada Yesus Kristus.
Dalam ibadah tersebut juga disampaikan pesan dari Mazmur 119:71: “Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.” Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jemaat agar tetap belajar dan berpegang teguh pada ketetapan Tuhan dalam setiap keadaan.
Kegiatan ibadah kemudian diakhiri dengan doa berkat. Jemaat didoakan agar senantiasa memperoleh penyertaan dan berkat Tuhan dalam kehidupan, keluarga, pendidikan, pekerjaan maupun setiap usaha yang dijalankan.
Doa juga dipanjatkan agar anak dan cucu jemaat diberikan keberhasilan dalam berbagai bidang, termasuk studi dan pendidikan. Jemaat juga diajak untuk terus mengandalkan Tuhan serta menaruh harapan sepenuhnya kepada-Nya.
Persekutuan doa tersebut menjadi momentum bagi jemaat untuk memperkuat iman, mempererat kebersamaan, serta mengingatkan setiap umat agar tetap berjalan dalam kebenaran firman Tuhan dan percaya kepada Yesus Kristus.
Liputan berita ibadah: Rully Langelo
Jurnalisme Info






