Muara Enim.jurnalisme.info,kamis 18 Juni 2026-Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan kami seluruh warga Desa Karta mulya,Betung , Sukajaya ,sebau.wilayah Kecamatan, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten muara Enim dengan penuh kekecewaan dan keprihatinan menyampaikan keluhan ini terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 4 Gelumbang tahun ajaran ini.
Sekolah ini letaknya persis berada di tengah wilayah kami, berjarak hanya 50 hingga 500 meter dari pemukiman warga. Sekolah ini adalah satu-satunya SMP Negeri terdekat dan seharusnya menjadi hak utama serta akses pendidikan paling layak bagi anak-anak kami. Namun, kenyataannya sangat menyakitkan: puluhan anak lulusan SD di desa kami dan desa sekitarnya tidak diterima masuk, sementara banyak pendaftar yang berasal dari desa jauh di luar wilayah kami justru lolos dan diterima.
MASALAH YANG KAMI ALAMI
1. Prinsip Zonasi Tidak Berjalan & Tidak Adil
Aturan zonasi dibuat untuk mengutamakan anak yang rumahnya paling dekat dengan sekolah, demi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi biaya. Di sini aturan itu sama sekali tidak diterapkan. Anak yang rumahnya bersebelahan dengan gerbang sekolah gagal masuk, tapi anak dari desa yang berjarak 5 km hingga 10 km malah diterima. Kami merasa hak prioritas kami sebagai warga asli setempat diinjak-injak dan diabaikan.
2. Daya Tampung Sangat Terbatas, Tidak Sesuai Kebutuhan Warga
SMP Negeri 4 Gelumbang hanya membuka kuota yang sangat sedikit setiap tahunnya, padahal jumlah lulusan SD dari wilayah Kacamata, Desa Karta mulya, dan desa-desa tetangga cukup banyak. Pemerintah tidak pernah menambah ruang kelas, tidak menambah fasilitas, dan tidak mengembangkan sekolah ini, padahal kami tahu jumlah penduduk dan kebutuhan pendidikan di sini terus bertambah. Akibatnya, kuota sekolah habis dipakai pendaftar dari luar, anak kami sendiri tidak kebagian tempat.
3. Tidak Ada Sekolah Pengganti yang Aman & Layak
Tidak ada pilihan lain bagi kami. SMP Negeri terdekat lainnya berjarak 7 hingga 12 kilometer dari desa kami. Jalanan rusak parah, berlubang, dan berdebu. Tidak ada angkutan umum yang teratur dan aman untuk anak-anak. Biaya ongkos sekolah menjadi sangat mahal dan memberatkan ekonomi warga. Lebih parahnya lagi, kami sangat khawatir akan keselamatan anak-anak kami yang harus menempuh perjalanan jauh setiap hari, melewati jalanan yang berisiko.
4. Merasa Ditinggalkan & Tidak Diperhatikan
Kami membayar pajak, kami warga sah Kabupaten Muara Enim, kami berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak. Rasanya sangat menyakitkan melihat gedung sekolah ada di depan mata, bisa kami lihat setiap hari, tapi anak-anak kami dilarang masuk ke dalamnya. Apakah harus ada anak yang putus sekolah atau putus harapan hanya karena kebijakan yang tidak berpihak pada kami?
SUARA HATI WARGA
"Sekolah itu dibangun di tanah wilayah kami, di pinggir jalan desa kami. Seharusnya anak kami lah yang paling berhak masuk. Kenyataannya malah kami yang paling tersisihkan. Kami tidak minta keistimewaan, kami hanya minta KEADILAN."
"Kalau bukan di sini, di mana lagi kami harus menyekolahkan anak? Jauh, sulit, berbahaya, dan biayanya mahal. Tolong dengarkan kami, jangan persulit masa depan anak desa."
TUNTUTAN DAN PERMINTAAN KAMI
Kami memohon kepada Bapak Bupati Muara Enim, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Gelumbang, dan seluruh pihak berwenang untuk segera turun tangan dan menyelesaikan masalah ini dengan solusi nyata:
1. Tambah Kuota & Daya Tampung Segera: Bangun ruang kelas baru di SMP Negeri 4 Gelumbang, tambah tenaga pendidik, agar mampu menampung seluruh lulusan SD wilayah Desa Karta mulya (Kecamatan) dan sekitarnya.
2. Terapkan Zonasi Ketat & Jelas: Utamakan mutlak penerimaan bagi siswa yang berdomisili di Desa Karta mulya dan wilayah Kacamata terlebih dahulu, baru sisakan tempat untuk pendaftar dari luar wilayah.
3. Terima Kembali Anak Kami: Berikan keputusan agar anak-anak warga kami yang gagal diterima bisa masuk dan bersekolah di SMP Negeri 4 Gelumbang tahun ini juga.
4. Perhatikan Pembangunan Pendidikan Wilayah Kami: Segera tingkatkan fasilitas sekolah agar sesuai dengan jumlah penduduk yang terus bertambah.
Kami berharap keluhan ini tidak hanya didengar, tapi ditindaklanjuti dengan tindakan nyata. Jangan sampai ada anak di Desa Karta mulya yang kehilangan hak pendidikan hanya karena jarak dan kebijakan yang tidak adil.
Demikian keluhan ini kami sampaikan atas nama seluruh masyarakat Desa Karta mulya, Kecamatan Gelumbang. Terima kasih atas perhatian dan keadilan yang Bapak/Ibu berikan.
Hormat Kami,
Seluruh Masyarakat Desa Karta mulya (Wilayah Kacamata)
Kecamatan Gelumbang – Kabupaten Muara Enim

