Pasaman Barat, Jurnalisme.info-
Suara gemuruh mesin yang memekakkan teliba tiba‑tiba memecah keheningan siang hari di wilayah Jorong Pigogah Pati Bubur, Kabupaten Pasaman Barat, tepat pada pukul 12.38 WIB hari ini, Rabu 17 Juni 2026. Dua pesawat tempur terlihat melintas beriringan pada ketinggian yang cukup rendah di atas pemukiman warga, memicu kepanikan dan keresahan luas di tengah masyarakat.
Jorong Pigogah Pati Bubur, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat
WAKTU: Rabu, 17 Juni 2026 | Pukul 12.38 WIB
OBJEK: 2 Unit Pesawat Tempur Jenis F-16 Fighting Falcon TNI Angkatan Udara
Berdasarkan pengamatan langsung dan kesaksian warga, kedua pesawat berwarna abu‑abu itu terbang berformasi rapat, melintas dari arah timur menuju barat, melewati persis di atas atap rumah, kebun kelapa sawit dan pepohonan kelapa di wilayah tersebut. Getaran suara mesinnya terasa hingga ke dalam bangunan rumah, kaca jendela bergetar hebat, dan hewan ternak terlihat ketakutan hingga berlarian tak tentu arah. Pesawat terlihat begitu jelas hingga bentuk badan, sayap dan tanda identitas di ekor pesawat bisa terlihat jelas oleh mata telanjang, sama seperti yang terekam dalam foto warga yang beredar.
"Saya lagi masak di dapur, tiba‑tiba suara sangat keras sekali, rasanya seperti atap mau copot. Saya lari keluar, lihat dua pesawat tempur lewat sangat rendah, hampir nyentuh puncak pohon kelapa. Jantung saya rasanya mau copot, langsung berpikir: ada apa sebenarnya dengan negeri ini? Apa ada bahaya yang tidak kami ketahui?", ungkap Ibu Mariani (47), salah satu warga Jorong Pigogah Pati Bubur dengan napas masih terengah‑engah.
Rasa cemas tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa. Sejumlah anak‑anak menangis ketakutan, sebagian warga langsung berhamburan keluar rumah mencari tempat terbuka, ada juga yang berinisiatif mengumpulkan anggota keluarga di satu tempat sambil mencoba menghubungi kerabat lain untuk menanyakan kabar. Hingga berita ini diturunkan, suasana di sejumlah titik pemukiman masih tampak gaduh, warga berkerumun saling bertukar cerita dan spekulasi, mulai dari dugaan ada latihan perang, ancaman keamanan wilayah, hingga isu‑isu lain yang belum jelas kebenarannya.
Sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi, surat edaran maupun sosialisasi sebelumnya dari pihak TNI Angkatan Udara, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat maupun instansi terkait kepada warga setempat terkait rencana lintasan atau kegiatan penerbangan pesawat tempur di wilayah tersebut. Kurangnya informasi inilah yang kemudian memperbesar rasa curiga dan keresahan di hati masyarakat.
Berdasarkan data dan catatan penerbangan militer, pesawat tempur jenis F‑16 yang melintas tersebut diduga kuat sedang melaksanakan penerbangan rutin, latihan manuver, atau pengamanan wilayah udara yang merupakan tugas pokok TNI Angkatan Udara. Wilayah udara Sumatera Barat termasuk salah satu jalur latihan dan operasional yang sering dilalui pesawat tempur dari pangkalan udara terdekat, namun prosedur sosialisasi ke tingkat paling bawah seperti jorong atau dusun sering kali belum berjalan maksimal.
Secara khusus belum ditemukan indikasi adanya ancaman keamanan, serangan musuh atau keadaan darurat pertahanan negara yang menyertai lintasan pesawat hari ini. Kepanikan yang terjadi murni akibat keterkejutan suara bising dan ketinggian terbang yang rendah, serta ketiadaan informasi yang jelas bagi warga.
Pemerhati pertahanan menyampaikan, kegiatan seperti ini sesungguhnya wajar dan rutin dilaksanakan demi menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun ia menegaskan, hak warga untuk mendapatkan rasa aman dan informasi yang jelas juga sama pentingnya, sosialisasi sederhana ke aparat desa atau pengumuman lewat pengeras suara masjid/gereja sebelum kegiatan dilaksanakan akan sangat mengurangi kepanikan yang tidak perlu.
Saat ini warga masih menunggu penjelasan resmi dari pihak TNI AU dan Pemerintah Daerah untuk menjawab kegelisahan mereka, sekaligus memastikan bahwa kehadiran pesawat tempur di atas kepala mereka itu benar‑benar demi keamanan bersama, bukan pertanda sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Kami hanya ingin tahu saja, Pak. Kami rakyat kecil, kalau dengar suara pesawat tempur lewat rendah tanpa kabar apa‑apa, wajar kalau kami takut. Cuma ingin kepastian saja, bahwa kami aman", tutup Bapak Zulkifli (54), tokoh masyarakat setempat.
INFORMASI PENTING UNTUK WARGA:
Hingga berita ini diterbitkan TIDAK ADA status bahaya, darurat perang atau gangguan keamanan di wilayah Pasaman Barat dan sekitarnya.
Lintasan pesawat tempur diduga merupakan kegiatan rutin TNI Angkatan Udara dalam rangka pengamanan wilayah udara NKRI.
Dihimbau kepada seluruh warga tetap tenang, tidak panik, dan TIDAK MENYEBARKAN ISU ATAU BERITA HOAKS yang belum jelas sumbernya.
Penjelasan resmi selanjutnya akan kami sampaikan segera setelah diterima dari pihak berwenang.
salam jurnalisme, Oloan hasibuan,

