Muara Enim.jurnalisme.info.— Kondisi Stadion Sepak Bola di kawasan Gelumbang kian memprihatinkan. Fasilitas yang seharusnya menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat tersebut kini terbengkalai dan dipenuhi sampah liar serta semak belukar.
Stadion yang lokasinya tidak jauh dari RSUD Pratama Gelumbang itu sudah lama tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Padahal, stadion memiliki peran penting sebagai sarana olahraga untuk pertandingan, latihan, serta pembinaan atlet.
Berdasarkan pantauan pada Senin (27/04/2026), kondisi fisik stadion tampak mengalami kerusakan di berbagai bagian. Atap tribun banyak yang rusak, dinding dipenuhi coretan vandalisme, dan area sekitar stadion terlihat kumuh akibat tumpukan sampah yang diduga sengaja dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Selain itu, semak belukar tumbuh liar di hampir seluruh area stadion, memperparah kesan tidak terawat. Kondisi lingkungan yang kotor ini bahkan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, mengingat lokasi stadion yang berdekatan dengan fasilitas kesehatan.
Tokoh masyarakat Gelumbang Raya, Japri, S.Sos, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai stadion seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan olahraga sekaligus ruang publik multifungsi bagi masyarakat.
“Sekarang kondisinya tidak terawat, bahkan menjadi tempat pembuangan sampah. Kami sangat prihatin,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan stadion tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, budaya, hingga rekreasi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kondisi terbengkalai ini sudah berlangsung lama dan menjadi tanggung jawab pihak terkait dalam pengelolaan serta penggunaan anggaran.
Japri berharap, ke depan stadion tersebut dapat direvitalisasi dan difungsikan kembali secara optimal. Ia juga mengusulkan agar jika Gelumbang Raya resmi menjadi daerah otonom, stadion ini dapat dikembangkan menjadi fasilitas yang membanggakan masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa keberadaan sampah liar di sekitar stadion yang dekat dengan rumah sakit berpotensi mengganggu kenyamanan dan kesehatan pasien.
Masyarakat pun berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan penataan dan pengelolaan ulang stadion, sehingga dapat kembali memberikan manfaat bagi warga sekitar.


