Muara Enim, Jurnalisme.info-
Pemerintah Desa Menanti Selatan, Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui langkah konkret di tingkat desa, 29 April 2026.
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah pengembangan sektor peternakan ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Serumpun Bambu Kuning. Program ini telah direalisasikan sejak tahun 2025 dan kini telah mencapai sekitar 500 ekor ayam petelur yang aktif berproduksi.
Program tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kebijakan desa, tetapi juga dirancang sebagai solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga.
Kepala Desa Menanti Selatan, Mitra Gunawan, menyampaikan bahwa pengembangan peternakan ayam petelur merupakan langkah strategis yang selaras dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Menurutnya, keberadaan peternakan ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
“Program ini tidak hanya bertujuan memperkuat perekonomian desa, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan asupan protein yang cukup,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen dan kerja sama seluruh pihak, khususnya pengurus BUMDes yang menjadi ujung tombak pengelolaan usaha desa.
Dalam arahannya, Kepala Desa juga mengingatkan Ketua BUMDes Meniyansa beserta seluruh pengurus BUMDes untuk terus menjaga semangat gotong royong dan tanggung jawab dalam menjalankan program tersebut.
“Kalau sudah ada niat kebersamaan dan usaha yang sungguh-sungguh, insya Allah hasilnya akan baik. Yang penting kita jaga komitmen dan terus bekerja dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Desa Menanti Selatan juga menaruh perhatian besar terhadap penggunaan anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD). Dana tersebut menjadi salah satu penopang utama dalam pengembangan program peternakan ayam petelur ini.
Pemerintah desa berharap agar anggaran yang telah disalurkan dapat digunakan secara maksimal, transparan, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. Harapannya, program ini benar-benar dapat mendukung ketahanan pangan serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga desa,” tambahnya.
Seiring dengan berkembangnya usaha peternakan ini, BUMDes Serumpun Bambu Kuning juga diharapkan mampu memperluas skala usaha, baik dari segi jumlah ternak maupun distribusi hasil produksi telur ke pasar lokal.
Jika dikelola secara berkelanjutan, program ini berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan asli desa (PADes) sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Dengan adanya inisiatif ini, Desa Menanti Selatan diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui pengelolaan BUMDes yang produktif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Program budidaya ayam petelur ini pun menjadi bukti bahwa desa mampu berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional, dimulai dari skala kecil namun berdampak besar bagi kehidupan masyarakat


