Taruang, Jurnalisme.info-
Kondisi sarana pendidikan di SDN 10 Tarung-Tarung, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman menjadi perhatian. Hingga kini, dua ruang kelas di sekolah tersebut belum dapat digunakan sehingga proses belajar mengajar terpaksa dialihkan ke tempat lain, 10/03/2026.
Kepala Sekolah Nur Asiah, S.Pd mengungkapkan, sejak tahun 2025 pihak sekolah telah mengusulkan program revitalisasi bangunan sekolah kepada pemerintah.
Namun hingga saat ini, realisasi pembangunan tersebut belum juga terlaksana.
Akibat keterbatasan ruang kelas, siswa kelas III B dan II B sementara harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah dinas guru.
Sementara itu, ruang UKS yang seharusnya difungsikan untuk layanan kesehatan siswa, kini juga digunakan sebagai ruang belajar agar proses pendidikan tetap berjalan.
Meski dengan keterbatasan fasilitas, kami tetap berupaya agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik. Namun tentu kondisi ini belum ideal bagi siswa,” ujar Nur Asiah.
Ia berharap, pada tahun ini pemerintah dapat merealisasikan program revitalisasi sekolah yang telah diusulkan, sehingga para siswa dapat belajar dengan nyaman dan layak di ruang kelas yang semestinya.
Nur Asiah sendiri diketahui telah mengabdi sebagai Kepala Sekolah di SDN 10 Tarung-Tarung selama kurang lebih dua tahun. Selama masa kepemimpinannya, ia terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut, termasuk memperjuangkan perbaikan fasilitas belajar.
Kami sangat berharap tahun ini ada perhatian dan dukungan untuk revitalisasi pembangunan sekolah, agar proses belajar mengajar bisa lebih maksimal dan nyaman bagi anak-anak,” harapnya.
Kondisi ini menjadi harapan bersama, agar peningkatan fasilitas pendidikan di daerah dapat segera terealisasi demi mendukung terciptanya pendidikan yang layak dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa.
Ade Putra
Publishere:Anjasri,C.PIL

