Bitung, Jurnlaisme.info-
Tawuran antar 2 kelompok pemuda Empang & Sari kelapa yang terjadi sekitar pukul 08.00 dini hari. kedua kelompok sempat memanas & saling serang menggunakan panah wayer, senjata tajam, serta lemparan batu, 8 Maret 2026.
Situasi yang sempat memanas itu akhirnya berhasil diredakan setelah kehadiran Haji Tito di tengah-tengah kedua kelompok dan berupaya memisahkan mereka..
Tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri, Haji Tito berdiri di antara kedua kelompok yang sedang bertikai untuk menghentikan aksi saling serang tersebut. Aksi spontan itu membuat ketegangan perlahan mereda dan bentrokan berhasil dihentikan..
Haji Tito menegaskan bahwa konflik antar warga tidak boleh terus dipelihara karena hanya akan merugikan masyarakat sendiri.
“Kita semua bersaudara. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Tawuran hanya akan menambah luka dan merusak persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Haji Tito.
Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan senjata seperti panah wayer, senjata tajam, maupun lemparan batu dapat membahayakan banyak pihak, termasuk warga yang tidak terlibat dalam konflik tersebut.
"Saya tidak memikirkan diri saya saat itu. Yang penting bagaimana kedua kelompok ini berhenti dan tidak ada korban. Kita harus jaga keamanan kampung kita bersama,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat perlu menahan diri dan mengedepankan dialog jika terjadi persoalan antar kelompok warga. Ia juga mengajak tokoh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.
"Mari kita jaga Bitung tetap aman dan damai. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik besar yang merugikan kita semua,” tambahnya.
Diketahui, Haji Tito atau Rinto Pakaya merupakan tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama yang cukup disegani di Kota Bitung. Ia dikenal aktif membantu aparat kepolisian dan masyarakat dalam berbagai momentum untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai.
Beberapa kali sebelumnya, Haji Tito juga terlibat langsung meredakan konflik antar kelompok pemuda yang berujung tawuran. Aksinya kali ini pun menjadi perhatian warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Keberanian Haji Tito berdiri di tengah situasi berbahaya dinilai sebagai bentuk kepedulian seorang tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan persaudaraan di tengah warga..
Sumber. Jurnalisme.info
Pewarta. Edward.H
