Tulang Bawang,Jurnalisme.Info — Aksi cepat dan penuh kepedulian kembali ditunjukkan jajaran kepolisian. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Banjar Agung, jajaran Forkopimcam turun tangan menyelamatkan dua warga yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dengan kondisi memprihatinkan di Kampung Moris Jaya.
Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026, sekira pukul 10.30 WIB, di wilayah hukum Polres Tulang Bawang, tepatnya di Kampung Moris Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.
Kunjungan pertama dilakukan di RK 3 Kampung Kampung Moris Jaya. Di sana, petugas mendapati seorang pria berinisial Igun (36) yang diduga mengalami gangguan jiwa dan telah diisolasi di dalam kamar selama kurang lebih 20 tahun.
Menurut keterangan orang tua angkatnya, Bapak Kemek, Igun diadopsi sejak bayi dan sempat tumbuh normal. Namun sejak usia 10 tahun, mulai menunjukkan gejala gangguan kejiwaan dan kerap meresahkan warga sekitar. Karena keterbatasan penanganan, pihak keluarga akhirnya mengurung yang bersangkutan demi alasan keamanan.
Melihat kondisi tersebut, tenaga medis dari Puskesmas Tuba 1 langsung melakukan pemeriksaan kesehatan dan pembersihan diri terhadap yang bersangkutan.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Banjar Agung menegaskan komitmen Polri dalam aspek kemanusiaan.
Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga hadir untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan hak hidup yang layak dan bermartabat. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami, tegas AKP Irwansyah.
Atas fasilitasi TKSK Kecamatan Banjar Agung, pihak keluarga akhirnya bersedia membawa Igun untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi di Yayasan Srikandi, Kabupaten Lampung Tengah pada Jumat, 20 Februari 2026.
Tak berhenti di situ, rombongan Forkopimcam melanjutkan kunjungan ke RK 2 kampung yang sama untuk menemui Riantini (45), seorang wanita yang diduga mengalami gangguan jiwa setelah ditinggal pergi oleh suaminya.
Karena kekhawatiran akan keselamatan lingkungan sekitar, pihak keluarga mengisolasi yang bersangkutan di dalam rumah. Kondisinya pun dinilai memprihatinkan.
Tim medis kembali melakukan pemeriksaan dan pembersihan diri guna memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan tetap terpantau.
Kapolsek kembali menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama.
Kami mengedepankan empati dan solusi. Tidak boleh ada warga yang terabaikan. Sinergitas Polri, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, dan aparatur kampung menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan persoalan sosial seperti ini, ujarnya dengan tegas.
Kegiatan berakhir pada pukul 13.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran unsur Forkopimcam membuktikan bahwa negara hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat tanpa terkecuali.
Langkah cepat dan penuh kepedulian ini menjadi gambaran nyata bahwa Polri, khususnya jajaran Polsek Banjar Agung, terus bergerak memberikan harapan baru bagi warga yang membutuhkan uluran tangan.
