Bagi AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., lencana di dada dan tongkat komando di tangan bukanlah simbol kekuasaan yang menjulang tinggi, melainkan sebuah amanah untuk merunduk dan menyentuh bumi. Di bawah langit Pasaman Barat, sosok Kapolres ini menuliskan narasi berbeda tentang pengabdian: bahwa polisi bukan sekadar penjaga ketertiban, melainkan embun penyejuk bagi hati yang lara, 03/02/2026.
Bagi beliau, jabatan adalah sebuah "Panggilan Hati". Dalam setiap derap langkahnya menyusuri sudut-sudut wilayah hukumnya, AKBP Agung tidak hanya membawa perintah penegakan hukum, tetapi juga membawa ketulusan seorang hamba. Beliau meyakini sepenuhnya bahwa membantu sesama adalah kewajiban yang digariskan Tuhan, namun mampu berbagi secara tulus adalah sumber kebahagiaan yang tak akan pernah bisa dibeli dengan materi.
Sebagai pucuk pimpinan Korps Bhayangkara di Pasaman Barat, AKBP Agung dikenal sebagai sosok yang "Mata dan Hatinya Tak Pernah Pejam". Di tengah kesibukan menjaga keamanan, matanya tak pernah luput menangkap isyarat kesulitan warga, dan hatinya selalu terketuk setiap kali melihat rakyatnya berjuang di bawah himpitan ekonomi.
Memberi adalah kebahagiaan tersendiri bagi jiwa," ungkap sosok yang dikenal dermawan dan rendah hati ini.
Kehadirannya di tengah masyarakat yang membutuhkan bukanlah sekadar seremoni formalitas atau tugas protokol kepolisian. Baginya, setiap paket bantuan yang diserahkan dan setiap senyum warga yang dibantu adalah wujud syukur yang paling nyata atas nafas dan jabatan yang ia emban.
Di Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang paling kuat tidak lahir dari instruksi yang keras, melainkan dari kelembutan hati yang peduli. Beliau adalah pengingat bagi kita semua, bahwa di atas hukum yang tegak, harus ada kemanusiaan yang abadi.( Rispondi, S.I.Kom.)
Publisher Anjasri,SPd,CPIL

