Efek Domino Kasus Nenek Saudah Tambang Emas di Sumbar Berhenti Total Ekonomi Daerah Mulai Lesu

Padang, Jurnalisme info-15/01/2026

Insiden hukum yang menimpa Nenek Saudah (67), warga Rao, Kabupaten Pasaman, menjadi titik balik mengejutkan bagi sektor pertambangan di Sumatera Barat. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang selama ini menjamur di berbagai pelosok provinsi dilaporkan berhenti total atau "tiarap" sebagai dampak langsung dari viralnya kasus tersebut.


Pantauan di lapangan menunjukkan eksodus besar-besaran para pekerja tambang. Di media sosial, kegelisahan ini mulai mencuat. Salah satu pelaku tambang melalui status WhatsApp-nya menuliskan, "Gara-gara kasus Nenek Saudah, tambang kami tutup dan kami terpaksa pulang kampung.


Sektor Logistik dan BBM Ikut Terpukul Berhentinya aktivitas tambang ilegal ini memicu efek domino yang meluas. Sektor pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini menyokong mesin-mesin tambang mengalami penurunan omzet drastis. Salah seorang penyalur BBM ilegal (mafia BBM) yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan kondisi pasar yang kian lesu.


Market sangat lesu, penjualan berkurang drastis karena hampir semua tambang tutup," ungkapnya kepada awak media Jurnalisme info. Daya Beli Masyarakat Menurun Tajam Kelesuan ini tidak hanya dirasakan oleh para pelaku tambang, tetapi juga merambat ke sektor ekonomi riil di pasar-pasar tradisional.


Sejumlah tokoh masyarakat sekaligus pemerhati ekonomi Sumatera Barat menyoroti ketergantungan ekonomi masyarakat bawah terhadap sektor ini.


"Kasus Nenek Saudah ini berimbas langsung pada perputaran uang di pasar tradisional. Sebagian besar masyarakat di beberapa daerah menggantungkan dapurnya pada aktivitas tambang emas. Sekarang, saat tambang berhenti, daya beli masyarakat menurun dan ekonomi rumah tangga ikut 'berhenti berasap'," ujar salah seorang pengamat ekonomi lokal.


Fenomena "tiarapnya" tambang PETI ini memicu perdebatan mengenai dilema antara penegakan hukum dan kelangsungan ekonomi rakyat. Di satu sisi, aktivitas ilegal memang harus ditertibkan, namun di sisi lain, pemerintah daerah dituntut segera mencari solusi alternatif mata pencaharian bagi ribuan warga yang kini kehilangan pendapatan secara mendadak.


Hingga berita ini diturunkan, situasi di berbagai titik lokasi tambang di Sumatera Barat masih terpantau sepi dari aktivitas alat berat maupun pekerja manual.

Anjasri,CPIL

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال