Kulur Ilir,Bangka Tengah, Jurnalisme.info-
Kondisi jalan rusak parah di Desa Kulur Ilir RT : 05, Kecamatan Kulur, Kabupaten Bangka Tengah, kian memantik kemarahan warga. Ironisnya, ruas jalan yang dibiarkan hancur bertahun-tahun tersebut berada persis di depan Kantor Desa Kulur Ilir—pusat pemerintahan desa yang seharusnya paling pertama merasakan dan merespons keluhan masyarakat, (Selasa, 16 Desember 2025.).
Pantauan tim di lapangan menunjukkan jalan tanah merah penuh lubang, licin saat hujan, dan berdebu saat kemarau. Saat hujan deras turun, air menggenang dan meluap karena tidak adanya saluran drainase atau bandar pembuangan air. Genangan kerap masuk hingga ke depan rumah warga.
Dalam kondisi terdesak, warga terpaksa bergotong royong mengisi pasir ke dalam karung untuk dijadikan penahan air agar banjir tidak masuk ke rumah. Pemandangan karung pasir yang berjajar di depan rumah warga kini menjadi simbol nyata pembiaran infrastruktur.
“Ini jalan rusak sudah lama, bertahun-tahun. Letaknya tepat di depan kantor desa, tapi tidak pernah diperbaiki. Kalau hujan, air masuk ke rumah. Kami terpaksa bikin tanggul sendiri,” ungkap seorang warga Kulur Ilir dengan nada kesal.
Kondisi ini dinilai semakin ironis karena sulit dipercaya jika pemerintah desa tidak mengetahui persoalan tersebut. Jalan yang rusak berada tepat di depan kantor desa, dilalui setiap hari oleh aparatur desa, namun hingga kini tidak ada perbaikan signifikan.
Warga menyebutkan bahwa Kulur Ilir sempat masuk dalam rencana pengaspalan. Namun rencana tersebut tidak pernah terealisasi. Tidak ada penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait anggaran, tahapan pembangunan, maupun alasan keterlambatan.
Sorotan pun mengarah kepada Kepala Desa Kulur Ilir, Hasbul. Di era kepemimpinannya, jalan desa yang berada tepat di depan kantor pemerintahan justru diduga dibiarkan rusak bertahun-tahun. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius soal prioritas pembangunan dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga.
“Kalau jalan di depan kantor desa saja dibiarkan rusak, bagaimana dengan jalan warga yang lain?” ujar warga lainnya.
Dampak kerusakan jalan ini sangat dirasakan masyarakat. Aktivitas ekonomi terganggu, pengendara rawan kecelakaan, anak-anak sekolah kesulitan melintas, dan lingkungan menjadi tidak sehat akibat genangan dan debu.
Melalui pemberitaan ini, warga Kulur Ilir mendesak Dinas PUPR Kabupaten Bangka Tengah, Pemerintah Kecamatan Kulur, serta Inspektorat Daerah untuk segera turun langsung ke lapangan. Warga meminta dilakukan peninjauan, penanganan segera, serta evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Desa Kulur Ilir terkait pembiaran infrastruktur yang berlangsung lama.
Jika jalan yang berada tepat di depan kantor desa saja dibiarkan hancur, maka wajar jika masyarakat mempertanyakan kehadiran dan tanggung jawab pemerintah di tingkat paling dekat dengan rakyat.
Tim Jurnalisme ( Toro )
