H.Benny Utama Gagas Sarasehan Anti Narkoba di Pasaman, Generasi Muda Diajak Lebih Waspada di Era Digital
Pasaman,Jurnalisme info.-
Upaya memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika menjadi fokus utama dalam kegiatan Sarasehan Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika Kemitraan BNN dan Komisi III DPR RI dengan tema “Pembangunan Ketahanan Generasi Muda Anti Narkoba di Era Digital”. Kegiatan yang digagas oleh Anggota DPR RI Komisi III, H. Benny Utama, S.H., M.M., ini menjadi ruang diskusi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya narkotika serta tantangan peredarannya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital (15/10/26).
Sarasehan tersebut dihadiri berbagai organisasi masyarakat anti narkoba se-Kabupaten Pasaman, pelajar, mahasiswa, KNPI Kabupaten Pasaman, serta perwakilan Anak Rantau Pasaman. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap ancaman narkotika. Pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat secara luas.
Dalam kegiatan ini, tiga pemateri dihadirkan untuk memberikan perspektif mengenai pencegahan dan pemberantasan narkotika dari sisi kelembagaan, hukum, dan kesehatan. Ketiganya adalah Toton Rasyid, S.H., M.H., Kepala BNNP Sumatera Barat; Mefrizal, S.H., M.H., praktisi dan profesional hukum; serta Desrizal, S.K.M., M.Kes., pemerhati kesehatan Kabupaten Pasaman. Perpaduan ketiga perspektif tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman peserta bahwa persoalan narkotika tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut kesehatan, ketahanan keluarga, dan masa depan generasi muda.
Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah pengaruh faktor genetika terhadap anak yang orang tuanya mengalami penyalahgunaan narkotika. Pertanyaan tersebut disampaikan M. Arif, perwakilan Anak Rantau Pasaman. Isu ini menjadi penting untuk dipahami secara tepat agar masyarakat tidak memberikan stigma kepada anak berdasarkan kondisi orang tuanya. Faktor biologis dan lingkungan dapat berperan dalam kerentanan seseorang terhadap masalah penyalahgunaan zat, tetapi riwayat keluarga tidak secara otomatis menentukan masa depan seorang anak. Dukungan keluarga, pendidikan, lingkungan sosial yang sehat, serta akses terhadap pendampingan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Persoalan lain yang turut disoroti adalah perkembangan transaksi narkotika melalui media sosial. Nadia Maharani, perwakilan mahasiswa STAI Lubuk Sikaping, mempertanyakan langkah BNN dalam menghadapi dinamika dan berbagai modus transaksi narkotika di ruang digital. Pertanyaan ini menggambarkan tantangan baru dalam pemberantasan narkotika, ketika perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan peredaran secara lebih tersembunyi. Kondisi tersebut menuntut peningkatan literasi digital, kewaspadaan masyarakat, serta penguatan koordinasi antara aparat penegak hukum dan berbagai pihak terkait.
Dari perspektif pencegahan, Kepala BNNP Sumatera Barat, Toton Rasyid, S.H., M.H., dapat menekankan pentingnya membangun ketahanan diri generasi muda melalui edukasi yang berkelanjutan. Sementara itu, praktisi dan profesional hukum Mefrizal, S.H., M.H., dapat menyoroti perlunya sinergi antara penegakan hukum dan kesadaran masyarakat. Adapun pemerhati kesehatan Kabupaten Pasaman, Desrizal, S.K.M., M.Kes., dapat memperkuat pemahaman mengenai dampak narkotika terhadap kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial. Ketiga sudut pandang tersebut menjadi landasan penting dalam membangun pendekatan pencegahan yang menyeluruh.
Melalui sarasehan ini, penguatan ketahanan generasi muda diharapkan tidak berhenti pada pemahaman tentang bahaya narkotika, tetapi juga berkembang menjadi kesadaran dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda perlu dibekali kemampuan mengambil keputusan yang sehat, keberanian menolak ajakan penyalahgunaan narkotika, serta kecakapan menggunakan media digital secara bertanggung jawab. Dengan keterlibatan aktif keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, BNN, dan pemangku kepentingan lainnya, upaya mewujudkan Kabupaten Pasaman yang lebih tangguh terhadap ancaman narkotika dapat terus diperkuat
Publisher Anjasri,C.PIL.C.LWi




