🕒 00:00:00
🌤️ Memuat cuaca...
📈 IHSG 7.250 ▲ +0.45% | BBCA 9.850 ▲ +0.30% | BBRI 4.120 ▼ -0.15%
🚨 BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca Jurnalisme INFO
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Proyek Jalan Rp94 Miliar di Bahap Longsor, Warga Minta Drainase dan Kualitas Konstruksi Diperiksa

PALUTA, Jurnalisme.info-

Pembangunan Jalan Provinsi ruas Sipiongot–Batas Labuhanbatu di Desa Bahap, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), kembali menjadi sorotan. Longsor yang terjadi berdekatan dengan permukiman warga memunculkan pertanyaan terhadap kondisi drainase dan kualitas konstruksi proyek bernilai sekitar Rp94,37 miliar tersebut, 26/9/2026.

Hasil pemantauan di lapangan terlihat bagian parit yang diduga belum memiliki saluran pembuangan air secara memadai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama saat hujan deras yang berpotensi memperbesar aliran air dan memperparah longsor.

“Kalau hujan lagi kami takut rumah kami ikut hanyut, karena tidak adanya saluran buang dari parit ini,” ujar NR (31), warga sekitar.

foto keadaan jalan yang longsor

Persoalan tersebut menjadi penting karena penyelenggaraan jalan wajib memperhatikan aspek teknis, keselamatan dan fungsi jalan. Ketentuan teknis jalan antara lain diatur dalam Permen PUPR Nomor 5 Tahun 2023 tentang Persyaratan Teknis Jalan dan Perencanaan Teknis Jalan.

Khusus drainase, Kementerian PUPR juga memiliki Pedoman Desain Drainase Jalan Nomor 15/P/BM/2021, yang menekankan pengendalian aliran air untuk melindungi struktur jalan dan lingkungan. Pedoman tersebut mencakup perencanaan saluran, drainase permukaan, lereng hingga aspek hidrologi dan hidrolika.

Karena itu, kondisi di titik longsor perlu diperiksa untuk memastikan apakah saluran telah sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis dan desain drainase proyek. Pertanyaannya, apakah saluran pembuangan yang seharusnya mengarahkan air menjauh dari kawasan rawan longsor telah tersedia dan berfungsi optimal?

Warga berharap kontraktor pelaksana, konsultan pengawas dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang/BMCK Sumatera Utara memberikan penjelasan mengenai penyebab longsor serta langkah penanganannya. Pemeriksaan teknis penting untuk mengetahui apakah kondisi tersebut murni akibat faktor alam atau terdapat persoalan drainase maupun konstruksi yang turut memperparahnya.

Dengan nilai proyek sekitar Rp94,37 miliar, masyarakat berharap pekerjaan tersebut memenuhi standar teknis dan memiliki ketahanan jangka panjang. Terlebih, titik longsor berada dekat permukiman warga yang kini mengkhawatirkan keselamatan rumah mereka jika hujan kembali turun.


Fz.Tim

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

نموذج الاتصال