MUARA ENIM.jurnalisme.info – Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Edwar Fansyuri, S.Ag, akhirnya angkat bicara terkait adanya insiden bendera Merah Putih dalam kondisi sobek yang sempat menjadi perhatian masyarakat.
Dalam keterangannya pada Senin (6/4/2026), Edwar Fansyuri menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Gelumbang atas kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa kondisi bendera yang tidak layak tersebut luput dari pengawasan pihak kelurahan.
“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kelurahan Gelumbang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kejadian ini. Ini menjadi evaluasi bagi kami ke depan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Lurah Gelumbang.
Edwar menjelaskan bahwa dirinya baru saja menjabat sebagai Plt Lurah Gelumbang, sehingga masih dalam proses penyesuaian serta pembenahan di berbagai aspek, termasuk sarana dan prasarana kantor kelurahan.
Menurutnya, setelah mengetahui kondisi bendera tersebut, pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan mengganti bendera yang rusak dengan yang baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Begitu kami mengetahui kondisi tersebut, kami langsung mengganti bendera dengan yang baru. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga simbol negara yang harus dihormati,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan pihak kelurahan akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas dan atribut kenegaraan agar tetap dalam kondisi baik dan sesuai aturan.
Selain itu, Edwar mengajak seluruh perangkat kelurahan untuk lebih peduli dan sigap dalam menjaga lingkungan kantor, termasuk hal-hal kecil yang memiliki makna besar seperti bendera Merah Putih.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kami. Kami akan berupaya lebih maksimal dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat bendera Merah Putih merupakan simbol negara yang harus dijaga kehormatannya oleh seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi dan permohonan maaf ini, diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat serta menjadi momentum perbaikan bagi Pemerintah Kelurahan Gelumbang dalam meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab ke depan.


