Dialog Interaktif Tatap Masa Depan Sergai, H.OK David Purba: DPRD Jangan Jadi “Pelacur Politik”


Serdang Bedagai, Jurnalisme.info-

‎‎Dalam sebuah dialog interaktif bertajuk Menatap Masa Depan Kabupaten Serdang Bedagai, tokoh Pemekaran H.OK David Purba melontarkan pernyataan tegas yang menyita perhatian publik pada saat itu ditahun 2003, saat memperjuangkan dan membidani lahirnya Kabupaten Serdang Bedagai yang dijuluki sebagai “Tanah Bertuah Negeri Beradat”.
‎Ia meminta anggota DPRD Deli Serdang saat itu agar tidak menjadi “pelacur politik” dalam proses pemekaran wilayah.
‎Pernyataan keras tersebut disampaikan David Purba saat menanggapi langkah DPRD Deli Serdang yang turun ke Kota Tebing Tinggi, yang saat itu memunculkan dugaan di tengah masyarakat adanya upaya “menjual” sebagian wilayah yang akan dimekarkan.
‎“Kami berharap DPRD Deli Serdang jangan menjadi pelacur politik dalam proses pemekaran ini. Pemekaran ini sudah lama menjadi dambaan masyarakat,” tegas David dalam dialog yang digelar Forum Aspirasi Masyarakat Peduli Kabupaten Serdang Bedagai di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.
‎Dalam paparannya, David yang juga Ketua Panitia Pemekaran Kabupaten Serdang Bedagai menjelaskan bahwa pada awalnya pemerintah merencanakan pemekaran Kabupaten Deli Serdang menjadi tiga wilayah, yakni Kabupaten Serdang Jaya, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kabupaten induk Deli Serdang.
‎Namun, melalui rapat paripurna DPRD Deli Serdang pada 10 Maret 2003, diputuskan pemekaran hanya menjadi dua kabupaten, yakni Kabupaten Deli Serdang sebagai induk dan Kabupaten Serdang Bedagai sebagai daerah pemekaran dengan Sei Rampah sebagai ibu kota.
‎David menegaskan, Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang sangat layak untuk dimekarkan. Hal ini didasarkan pada hasil investigasi DPR RI dan Departemen Dalam Negeri saat itu yang melihat adanya dukungan kuat dari masyarakat serta kesiapan politik daerah.
‎“Kalau tidak ada gangguan, Oktober 2003 pemekaran bisa terealisasi. Kita harapkan dukungan moral seluruh masyarakat agar rencana ini berjalan lancar,” ujarnya optimistis kala itu.
‎Meski demikian, David mengaku kecewa karena sebelum pemekaran terealisasi, sudah muncul pihak-pihak yang berupaya mengambil sebagian wilayah yang direncanakan masuk ke Kabupaten Serdang Bedagai, khususnya Kecamatan Tebing Tinggi.
‎Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang saat itu, almarhum Drs H Chairullah SIP MAP, yang turut menjadi narasumber, mengungkapkan bahwa wacana pemekaran sebenarnya telah berkembang sejak tahun 1992, bersamaan dengan pemekaran Kabupaten Mandailing Natal dan Toba Samosir.
‎“Kalau melihat sejarah, kita ini seperti ‘cucu’ dalam pemekaran. Daerah lain sudah lebih dulu dimekarkan, bahkan ada yang sudah dimekarkan kembali.
‎Padahal undang-undangnya sama,” ungkap Chairullah.
‎Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa pemekaran Deli Serdang akan menjadi kenyataan, mengingat luas wilayah, jumlah penduduk, serta kondisi daerah yang dinilai sangat mendukung.
‎Dari sisi ekonomi, saat itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Deli Serdang mencapai Rp408 miliar, dengan sekitar Rp18 miliar berasal dari wilayah Serdang Bedagai. Bahkan, kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perkebunan disebut lebih besar berasal dari wilayah Serdang Bedagai.
‎Dialog interaktif tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, seperti Wakil Ketua DPRD Deli Serdang Hasaidin Daulay, perwakilan Kapolres Tebing Tinggi IPTU Wahono, serta Muhammad Buang sebagai deklarator pemekaran.
‎Acara turut dihadiri unsur pemerintah daerah, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perwakilan partai politik.
‎Kini, setelah 23 tahun berlalu, Kabupaten Serdang Bedagai telah berdiri dan berkembang sebagai daerah otonom. Jika diibaratkan usia manusia, daerah ini telah memasuki fase kedewasaan.
‎Keberhasilan pemekaran tersebut tidak terlepas dari perjuangan panjang para tokoh lintas etnis dan dukungan masyarakat.
‎H.OK David Purba pun dikenang sebagai salah satu tokoh sentral yang berperan besar dalam “membidani” lahirnya Kabupaten Serdang Bedagai.
‎Di akhir pesannya, David mengingatkan agar para pemimpin daerah tidak melupakan jasa para pejuang pemekaran.
‎“Siapapun yang menjadi bupati dan wakil bupati, jangan lupa mengenang dan memberikan penghargaan kepada para tokoh yang telah berjuang,” pungkasnya.
‎Karena itulah Sosok H. OK David Purba kembali mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan masyarakat atas dedikasi dan perjuangannya dalam mendorong pemekaran Serdang Bedagai.
‎Sebagai Ketua Panitia Pemekaran, David Purba dinilai telah menunjukkan komitmen luar biasa yang tidak hanya sebatas wacana, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata.
‎Dalam setiap tahapan perjuangan pemekaran, H. OK David Purba dikenal sebagai figur yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi terwujudnya cita-cita bersama tersebut.
‎ Bahkan, tidak sedikit biaya pribadi yang turut ia keluarkan sebagai bentuk keseriusan dan tanggung jawab moral terhadap tanah kelahirannya.
‎Perjuangan yang dilakukannya pun disebut-sebut jauh dari kepentingan pribadi. Ia bergerak dengan semangat pengabdian, mengedepankan kepentingan masyarakat luas agar daerah yang dicintainya dapat berkembang lebih pesat dan mandiri di masa depan.
‎“Beliau berjuang tanpa pamrih. Apa yang dilakukan semata-mata demi kemajuan Serdang Bedagai dan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.
‎Ketulusan dan konsistensi H. OK David Purba dalam memperjuangkan pemekaran ini menjadi inspirasi tersendiri bagi banyak pihak.
‎Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, ia tetap teguh memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan penuh kesungguhan.
‎Dengan semangat pengabdian yang tak kenal lelah, H. OK David Purba diharapkan mampu membawa harapan baru bagi terwujudnya daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing di masa mendatang.

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

نموذج الاتصال