MUARA ENIM.jurnalisme.info. – Denyut arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di wilayah Kabupaten Muara Enim. Pada Selasa (24/3/2026) siang, peningkatan volume kendaraan tampak jelas di Simpang Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing—salah satu titik strategis perlintasan kendaraan dari berbagai arah menuju pusat kabupaten maupun daerah lainnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas didominasi oleh kendaraan pribadi dengan pelat nomor Sumatera Selatan.
Iring-iringan mobil keluarga dan kendaraan kecil tampak terus melintas, menandakan para pemudik mulai kembali ke rutinitas setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
Suasana di simpang tersebut terlihat dinamis. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas masih terpantau lancar berkat kesiapsiagaan petugas di lapangan yang sigap melakukan pengaturan. Kehadiran personel di titik-titik rawan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
Wakil Kepala Kepolisian Resor Muara Enim yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Satuan Tugas Operasi Ketupat Musi 2026, Kompol Toni Arman, SH, menjelaskan bahwa lonjakan arus balik ini berkaitan erat dengan berakhirnya masa libur Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat, terutama didominasi kendaraan pribadi. Hal ini seiring berakhirnya masa libur ASN, sehingga masyarakat mulai kembali ke tempat aktivitas masing-masing,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dari hasil pemantauan di lapangan, diperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2026. Pada periode tersebut, volume kendaraan diprediksi akan meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pengguna jalan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengguna jalan diminta untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta tidak saling mendahului secara sembarangan, terutama di titik rawan seperti perlintasan rel kereta api yang berpotensi menimbulkan antrean panjang maupun kecelakaan.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap disiplin berlalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi perlintasan kereta api,” tegasnya.
Pemantauan arus balik di Simpang Cinta Kasih ini turut melibatkan berbagai unsur dalam Operasi Ketupat Musi 2026, di antaranya Kasatgas Ban Ops, Kasatgas Humas, Kasatgas Preemtif, serta Kapolsek Gunung Megang. Sinergi antar personel ini menjadi kunci dalam memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama masa arus balik Lebaran.
Dengan kesiapan personel serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, diharapkan arus balik tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan minim hambatan, sehingga para pemudik dapat kembali ke aktivitasnya dengan nyaman dan selamat.

