Muara Enim,jurnalisme,info- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini keluhan dan protes keras tersebut ditujukan kepada Dapur MBG (SPPG) di desa Sigam kayal dekat ponpes, kecamatan Gelumbang, kabupaten Muara Enim.
Keluhan tersebut timbul dari pihak penerima manfaat terkait porsi serta kelengkapan gizi menu makanan yang dibagikan kepada para siswa, yang dinilai jauh dari standar kriteria gizi seimbang, antara nilai protein, karbohidrat dan nilai gizi pendukung lainnya.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan pada Sabtu (19/9/2026) paket makanan yang diterima para siswa di salah satu sekolah yang ada di desa Sigam hanya berisi telur bercangkang 2 butir, cacahan mentimun, sambal dan jeruk. Sementara kelengkapan pendukung seperti susu tidak tampak dalam boks makanan tersebut.
Salah satu tenaga pengajar di sekolah tersebut Baylan Darojat mengungkapkan kekecewaannya saat melihat hidangan yang dikonsumsi siswa di sekolah. Menurutnya, sajian tersebut belum memenuhi kriteria nutrisi yang dijanjikan dalam program nasional tersebut.
"Kami sangat mendukung program ini, tetapi kalau menunya hanya seperti ini dan tanpa protein yang memadai, tentu kurang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang sedang masa pertumbuhan, apalagi setiap menu sudah ada anggarannya," ujarnya kepada wartawan.
Temuan dan kekecewaan dari penerima manfaat ini tampak berbanding terbalik dengan tujuan program MBG yang sepatutnya menjadi sumber pemenuhan nutrisi secara gratis bagi anak-anak untuk mencegah stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar.
Menu tersebut terkesan asal-asalan, dan sangat kontadiktif dengan fakta dimana pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp171 triliun untuk pelaksanaan tahap awal program MBG, dan juga telah jelas rincian peruntukan anggarannya.
Selain menu, Baylan juga mempertanyakan terkait waktu pengiriman menu MBG yang dinilainya sangat mepet dari waktu idealnya. Dimana di sekolahannya rata-rata menu MBG diterima nyaris pada pukul 11.000, padahal dalam aturan maksimal pengiriman adalah pukul 11.00.
Belum ada konfirmasi langsung kepada pihak SPPG di desa Sigam terkait keluhan tersebut, lantaran saat awak media mendatangi ke lokasi, SPPG di desa Sigam tersebut sedang dalam kondisi libur dan tidak sedang beraktifitas.
Seperti diketahui MBG sendiri merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, ibu hamil dan balita.
Program ini telah berlangsung sejak 6 Januari 2025 dan belum sepenuhnya lancar. Sebab, masih banyak ditemukan kasus menu kurang layak makan bahkan hingga menyebabkan keracunan.





