Persekutuan Doa Pondok Daud Ministri kembali menggelar ibadah dengan pesan utama bahwa pusat kehidupan orang percaya bukanlah wadah maupun manusia, melainkan Yesus Kristus yang harus senantiasa ditinggikan.
Dalam ibadah tersebut, Pdt. Jhon Kumolontang, selaku pendiri Pondok Daud Ministri, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan firman Tuhan mengenai pentingnya menghormati dan tidak menyebut nama Tuhan Allah dengan sembarangan, melainkan menyembah dan memuliakan-Nya dengan sungguh-sungguh.
Pdt. Jhon menjelaskan bahwa kehidupan kekristenan harus dijalani dengan benar dan memiliki dimensi rohani, yakni hidup menurut Roh. Hal tersebut sebagaimana tertulis dalam Roma 8:5, bahwa mereka yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging, sedangkan mereka yang hidup menurut Roh memikirkan hal-hal yang dari Roh.
Menurutnya, firman Tuhan memberikan penjelasan yang tegas mengenai pertentangan antara keinginan daging dan keinginan Roh. Karena itu, orang percaya harus menentukan sikap untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
“Kekristenan harus hidup benar dan memiliki dimensi Roh atau hidup menurut Roh. Mereka yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging, sedangkan mereka yang hidup menurut Roh memikirkan hal-hal yang dari Roh,” ujar Pdt. Jhon.»
Ia menambahkan, menjadi orang yang percaya dan hidup di dalam Roh merupakan suatu kebahagiaan. Namun, kehidupan iman juga harus disertai dengan kesungguhan dalam menjalankan kebenaran firman Tuhan.
Pdt. Jhon kemudian mengingatkan jemaat melalui 1 Petrus 4:18: “Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?”
Menurutnya, ayat tersebut menjadi peringatan bagi setiap orang percaya agar tidak menjalani kehidupan kekristenan secara sembarangan. Kehidupan iman harus memiliki dasar moral dan spiritual yang kuat serta dilandasi pemahaman terhadap kebenaran firman Tuhan.
“Firman Tuhan begitu tegas mengingatkan kembali bahwa kekristenan kita harus mendasar moral spiritual tentang memahami kebenaran. Sebab mereka yang hidup menurut daging tidak mungkin berkenan kepada Allah,” tegasnya.»
Melalui ibadah tersebut, jemaat diajak untuk meninggalkan kehidupan yang berorientasi pada keinginan daging dan semakin sungguh-sungguh hidup menurut Roh. Pesan utama yang ditekankan adalah agar Yesus Kristus tetap menjadi pusat, ditinggikan, dan dimuliakan dalam setiap kehidupan orang percaya.
Liputan: Wartawan Rully Langelo
Jurnalisme Info



