Persoalan listrik di SD Negeri 09 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, tak kunjung tuntas. Instalasi listrik yang sempat berfungsi selama kurang lebih dua pekan kembali diputus pihak PTPN IV dengan alasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), 04/11/2026.
Akibatnya, bantuan smartboard dari Kemendikdasmen belum dapat dimanfaatkan. Bahkan, pompa air sekolah tidak berfungsi sehingga siswa terpaksa mengambil air dari parit di luar sekolah.
Anggota DPRD Labuhanbatu Komisi IV menyayangkan persoalan tersebut dan meminta PTPN IV bersama Disdik segera mencari solusi.
Sementara itu, orang tua murid berinisial ISK mengaku kecewa karena persoalan listrik telah berlangsung lama. “Saya khawatir anak saya tertinggal dari sekolah lain. Ke mana Dinas Pendidikan Labuhanbatu? Mengapa masalah seperti ini begitu lama diselesaikan?” ujarnya.
Lambannya penanganan ini menjadi sorotan terhadap kinerja Disdik di bawah kepemimpinan Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H. Terlebih, Pemkab Labuhanbatu mengusung tagline Labuhanbatu Cerdas Bersinar yang seharusnya diwujudkan melalui peningkatan fasilitas dan mutu pendidikan, bukan sekadar slogan.
Disdik dan PTPN IV diminta segera menuntaskan persoalan tersebut. Jangan sampai pembangunan yang menggunakan anggaran negara justru berakhir tanpa manfaat maksimal, sementara hak siswa untuk memperoleh fasilitas pendidikan yang layak terus tertunda.
Fauzan, S.H






