LABUHANBATU, Jurnalismeinfo 14/9/2026
Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Salah satunya melalui kegiatan pasar murah yang digelar di Toko Olif, kawasan Pasar Glugur, Kabupaten Labuhanbatu.
Kegiatan tersebut dipantau langsung Pj. Sekdakab Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, SH, MH, bersama Asisten II Drs. Ikramsyah Putra Nasution, Kabag Ekonomi Hamdan Ghofur, SE, MM, Sekjen Disperindag Hamdi Siregar serta perwakilan Bank Indonesia Cabang Siantar, Jansen David Sipayung selaku Analis Yunior.
Pasar murah ini menjadi salah satu langkah intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam tekanan kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
“Pasar murah ini bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya menghadapi perubahan harga sejumlah kebutuhan pokok,” ujar Abdi.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Pemerintah berharap langkah tersebut tidak hanya membantu konsumen, tetapi juga mendorong terbentuknya harga yang lebih stabil di tingkat pasar.
Jansen David Sipayung mengatakan, pola intervensi juga dilakukan terhadap komoditas daging ayam. Jika sebelumnya pembeli yang berbelanja di atas Rp60 ribu mendapatkan potongan untuk pembelian ayam setengah kilogram, pada kegiatan kali ini diberikan diskon harga daging ayam.
Menurutnya, harga daging ayam yang di pasaran berkisar Rp46 ribu hingga Rp48 ribu dapat diperoleh masyarakat di Toko Olif sekitar Rp38 ribu.
“Tujuannya agar para pedagang bisa mengikuti harga kita, sehingga harga di pasaran dapat kembali stabil dan normal,” kata Jansen.
Adapun sejumlah harga yang ditawarkan dalam pasar murah tersebut di antaranya beras SPHP 5 kilogram Rp59 ribu, Minyak Kita 1 liter Rp15.700, gula pasir 1 kilogram Rp18 ribu, Indomie lima bungkus Rp12 ribu, Intermi tiga bungkus Rp5 ribu, sampo Zinc satu renteng Rp5 ribu, Ciptadent Rp4.500 dan Royco satu renteng Rp5 ribu.
Pemkab Labuhanbatu menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi pemerintah, pelaku usaha, distributor dan masyarakat. Pemantauan harga serta ketersediaan pasokan pun akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak harga kebutuhan pokok.
Fauzan





