Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Prabowo untuk mencerdaskan anak bangsa, disorot di Lampung Utara.
Menu MBG di SD Negeri 1 Surakarta, Kecamatan Abung Timur, pada Rabu (7/10/2026) dinilai jauh dari standar gizi.
Dalam foto yang beredar, menu yang disajikan hanya terdiri dari nasi putih, 3 iris bakso goreng, 1 iris tempe goreng, sedikit tumis labu, dan satu buah jeruk.
Wali murid mempertanyakan, apakah menu tersebut sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) gizi yang ditetapkan?
Kita sangat dukung program MBG Presiden untuk gizi anak, tapi kalau menunya seperti ini apakah sudah sesuai SOP gizi? Mana protein hewani segar? Mana buah segarnya? Anak SD butuh gizi lengkap, bukan asal kenyang, keluh wali murid. Selasa (7/10/2026)
Menurutnya, bakso goreng tidak bisa dikategorikan sebagai protein hewani segar yang berkualitas. Porsinya pun sangat minim, hanya tiga irisan tipis. Tempe goreng hanya satu iris.
Kasihan anak-anak. Tujuannya biar bergizi, tapi kalau begini anak hanya kenyang saja, gizinya tidak terpenuhi, tambahnya.
Warga meminta kepada penyedia atau dapur MBG dan OPD terkait di Lampung Utara, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, untuk turun melakukan evaluasi.
Jangan sampai anak-anak kita dapat menu asal-asalan. Tolong dievaluasi penyedianya. Ini soal gizi generasi penerus, tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia MBG di wilayah Surakarta, Abung Timur dan dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait standar menu tersebut.
(tim)




