🕒 00:00:00
🌤️ Memuat cuaca...
📈 IHSG 7.250 ▲ +0.45% | BBCA 9.850 ▲ +0.30% | BBRI 4.120 ▼ -0.15%
🚨 BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca Jurnalisme INFO
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Polri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut, Berpotensi Selamatkan 5,8 Juta Jiwa





MEDAN, Jurnalisme.info-

Polri bersama aparat gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Sumatera Utara. Barang bukti tersebut ditaksir bernilai Rp1,856 triliun dan berdasarkan estimasi dalam bahan rilis berpotensi menyelamatkan 5,8 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya, 23/10/2026.

Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto menegaskan, pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan negara dalam memberantas kejahatan transnasional dan melindungi masyarakat. Operasi tersebut melibatkan Bareskrim Polri, BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara.

Kasus ini bermula dari analisis intelijen terhadap pergerakan kapal yang mencurigakan di kawasan Selat Malaka hingga Laut Andaman. Pada 20 Oktober 2026, tim gabungan mencegat kapal tersebut di perairan sekitar Tanjung Balai Asahan sebelum mengawalnya ke Pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas menemukan 58 karung berisi ketamin di ruang pompa kapal. Hasil pengujian laboratorium memastikan barang tersebut positif mengandung ketamin HCl. Operasi ini menjadi bagian dari upaya aparat mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan lintas negara.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan delapan awak kapal, terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan. Penyidik Bareskrim Polri menetapkan seorang warga Taiwan berinisial YCY (42) sebagai tersangka, sementara tujuh awak lainnya masih berstatus saksi.

Selain barang bukti ketamin, petugas menyita kapal MT Global 168, 14 alat komunikasi, serta sejumlah perlengkapan kapal lainnya. Kapolri mengapresiasi sinergi seluruh instansi yang terlibat dan menegaskan bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan koordinasi kuat serta pengawasan jalur masuk secara berkelanjutan.

Kapolri juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif mencegah peredaran narkotika. Ia menegaskan, upaya pemberantasan akan terus diperkuat melalui penindakan terhadap jaringan pemasok, pengawasan jalur masuk, pencegahan penyalahgunaan, serta kolaborasi antara aparat dan masyarakat demi menjaga keselamatan bangsa.


Fz


Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

نموذج الاتصال