🕒 00:00:00
🌤️ Memuat cuaca...
📈 IHSG 7.250 ▲ +0.45% | BBCA 9.850 ▲ +0.30% | BBRI 4.120 ▼ -0.15%
🚨 BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca Jurnalisme INFO
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Wiwik Andriani Direktur CV BSI Bungkam , Dugaan PIP Ilegal dan BBM Subsidi di Pasir Padi Mencuat

 Pangkalpinang, Jurnalisme.info-

Aroma dugaan praktik tambang bermasalah kembali menyeruak di perairan pantai pasir padi kota Pangkalpinang , kali ini nama Direktur CV Barca Solution Indonesia (BSI) Wiwin Andriani alias Wiwik , menjadi sorotan setelah muncul buk kawasan laut pasir padi Senin(25/5/2026)


Polemik mencuat setelah masyarakat pesisir yang berencana melakukan aktivitas tambang diluar wilayah IUP PT Timah Tbk , justru dikabarkan tidak mendapat ruang , ironisnya lokasi yang disebut berada di luar konsesi PT Timah itu diduga telah lebih dulu " dikondisikan" untuk kepentingan Ponton-ponton binaan CV BSI 


Impormasi yang dihimpun jejaring media ini , mengungkapkan sebelum isu ini ramai ke publik , pihak CV BSI diduga telah beberapa kali melakukan pendekatan terhadap nelayan hingga tokoh masyarakat agar memberikan izin aktivitas tambang di perairan pasir padi 


Namun langka tersebut mendapat penolakan keras dari sebagian masyarakat pesisir , warga mengaku trauma dengan aktivitas tambang sebelumnya yang dinilai lebih banyak menguntungkan Ok kelompok tertentu dibanding masyarakat sekitar 


"Dulu Ponton masuk diam-diam , katanya ada kompensasi , tapi masyarakat Temberan banyak yang tidak merasakan apa-apa, yang dapat untung cuma segelintir orang " ungkp seorang warga pesisir pasir padi .


Tak hanya soal dugaan penguasaan wilayah tambang CV BSI juga diterpa isu lain yang tak kalah serius , puluhan PIP binaan perusahaan tersebut diduga telah melebihi kuota yang ditetapkan dalam pola kemitraan PT Timah Tbk 


Lebih mengejutkan lagi , muncul dugaan bahwa sebagian besar Ponton mengunakan BBM jenis Solar Subsidi untuk aktivitas pertambangan 


"Sudah jadi rahasia umum Ponton-ponton itu pakai solar subsidi , tinggal aparat mau serius atau tidak mengeceknya , bahkan ada juga Ponton yang diduga bekerja diluar wilayah IUP Timah" ujar Budi , sumber yang mengaku mengetahui aktivitas di lapangan 


Pernyataan itu bukan tanpa dasar , penggunaan BBM subsidi untuk aktivitas industri maupun pertambangan secara jelas dilarang dalam aturan perundang-undangan , jika dugaan tersebut benar , maka persoalan ini tidak lagi sekedar pelanggaran etik kemitraan, melainkan berpotensi masuk ranah pidana 


Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana puluhan Ponton bisa bebas beroperasi jika memang tidak ada pihak yang "membekingi"


"Kalau jumlah Ponton sampai puluhan dan pakai solar subsidi , mustahil tidak ada yang tahu , ini yang harus dibuka terang benderang"kata sumber lainnya 


Sebagai bentuk keberimbangan berita , redaksi jejaring media ini telah mengirimkan konfirmasi langsung kepada Direktur CV BSI Wiwik Andriani


Dalam pesan konfirmasi tersebut , redaksi mempertanyakan dugaan jumlah PIP binaan yang mencapai sekitar 50 unit , dugaan aktivitas tambang diluar IUP PT Timah , hingga dugaan penggunaan BBM solar subsidi 


Tak hanya itu , redaksi juga meminta klarifikasi terkait isu adanya pengaturan "Jatah" Koordinasi Organisasi pers yang dikaitkan dengan nama Wiwik yang disebut-sebut juga berprofesi sebagai wartawan 


"Benarkah terdapat sekitar 50 unit PIP binaan ibu dan diduga melebihi kuota ? Apakah benar ada keinginan melakukan aktivitas tambang diperairan pasir padi diluar IUP PT Timah? Serta apakah Ponton binaan menggunakan solar subsidi" demikian isi konfirmasi yang dikirim redaksi 


Namun hingga berita ini diterbitkan , Wiwik memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban sedikit pun atas berbagai pertanyaan yang dilayangkan .


Sikap diam Direktur BSI tersebut , justru memunculkan tanda tanya besar ditengah masyarakat , pasalnya isu yang berkembang bukan persoalan kecil , melainkan menyangkut dugaan pelanggaran aturan pertambangan , distribusi BBM Subsidi , hingga potensi konflik kepentingan 


Polemik tambang di pasir padi kini menjadi perhatian serius masyarakat pesisir Pangkalpinang , Nelayan khawatir aktivitas tambang akan merusak ruang tangkap dan mengancam mata pencarian mereka 


Selain itu masyarakat juga meminta aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal maupun dugaan penyalahgunaan BBM subsidi yang selama ini di sebut-sebut berlangsung terang-terangan 


"Jangan sampai hukum tajam kebawah , tumpuk ke atas , kalau masyarakat kecil cepat ditindak ,  seharusnya yang bermain besar juga diperiksa "ujar seorang tokoh masyarakat 


Kini publik menunggu sikap PT Timah Tbk , aparat penegak hukum hingga pemerintah darah terkait berbagai dugaan yang menyeret nama mitra perusahaan tersebut 


Apabila dugaan aktivitas tambang di luar IUP serta penggunaan solar subsidi terbukti benar , maka kasus ini berpotensi membuka tabir praktik tambang yang selama ini diduga berjalan bebas tanpa pengawasan ketat di wilayah perairan Bangka Belitung .

(Jurnalisme Info/Toro)

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

نموذج الاتصال