Aktivitas penambangan di kawasan eks TB 21, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat kembali menjadi perhatian publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Media Fakta Info di lapangan, sejumlah mesin tambang masih terlihat beroperasi di kawasan tersebut hingga akhir Agustus 2026.
*Diduga Ada Pola Koordinasi dan Alur Penjualan*
Selain aktivitas penambangan, pola koordinasi di lapangan hingga alur penjualan hasil timah turut menjadi sorotan.
Informasi yang diterima media menyebutkan adanya pihak yang diduga melakukan koordinasi terhadap aktivitas di lokasi tersebut.

Dalam penelusuran, seorang narasumber yang mengaku mengetahui aktivitas di kawasan itu menyebut bahwa hasil timah dari kegiatan penambangan diduga diarahkan kepada seseorang bernama Bakti yang disebut sebagai penampung hasil timah.
Narasumber juga menyampaikan adanya dugaan potongan dengan persentase tertentu dari hasil penambangan. Namun, berapa besar persentase tersebut, siapa yang menetapkan, serta untuk kepentingan siapa potongan itu dilakukan masih perlu didalami dan dikonfirmasi.
*Muncul Pertanyaan Soal Legalitas*
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, terutama mengenai siapa yang menjadi koordinator aktivitas di eks TB 21, bagaimana sistem koordinasinya, serta bagaimana mekanisme hasil tambang.
Jika informasi mengenai pembelian dan potongan persen tersebut benar, maka aspek legalitas transaksi dan asal-usul material timah tentu menjadi hal yang perlu diperiksa oleh pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai siapa koordinator kegiatan di eks TB 21 Tempilang, status legalitas aktivitas tersebut, maupun mekanisme pembelian dan dugaan potongan persen yang disebut oleh narasumber.
Media Fakta Info juga masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut serta instansi terkait. Hak jawab dan hak klarifikasi terbuka bagi seluruh pihak.
Warga berharap Aparat Penegak Hukum, seperti Polres Bangka Barat dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk memastikan legalitas aktivitas dan mencegah spekulasi yang berkembang.
(Jurnlisme info/Toro)



