🕒 00:00:00
🌤️ Memuat cuaca...
📈 IHSG 7.250 ▲ +0.45% | BBCA 9.850 ▲ +0.30% | BBRI 4.120 ▼ -0.15%
🚨 BREAKING NEWS
Memuat berita terbaru...
📰
Berita Terkini
Informasi terbaru untuk pembaca Jurnalisme INFO
UPDATE 10 MENIT
Memuat berita terbaru...

Diduga Pungli, Pemdes Lembak Pungut Iuran Calon Karyawan Dapur MBG?!



Muara Enim,jurnalisme,info - Pemerintah Desa Lembak dalam hal ini Kepala Desa dan juga oknum perangkat desa diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) kepada para calon tenaga kerja/karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang ada di desa Lembak, kecamatan Lembak, kabupaten Muara Enim. 


Berdasarkan wawancara awak media bersama narasumber yang sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya) pada Jum'at (11/9/2026) menyebutkan bahwa salah satu anggota keluarganya yang merupakan calon karyawan MBG diduga mendapat pungutan liar oleh Kades dan juga oknum perangkat desa. 


Menurutnya, tak hanya anggota keluarganya, tapi juga setiap calon karyawan di salah satu SPPG tersebut diwajibkan untuk membayar iuran sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) untuk setiap calon karyawan dengan alasan untuk pembuatan pakaian dinas atau seragam kerja. 


Namun ironisnya, setelah menyetorkan uang sejumlah tersebut, panggilan kerja di Dapur MBG itu tak pernah terealisasi. "Uang satu juta itu katanya untuk keperluan seragam, tapi sampai sekarang tidak ada informasi perihal pekerjaan yang dijanjikan," Jelas Melati. 


Dirinya pun menjelaskan, uang tersebut disetorkan kepada salah satu oknum perangkat desa Lembak yang nantinya akan diberikan kepada Kepala Desa. "Setornya kepada perangkat dan nanti akan disetor ke kades," Timpalnya. 


Hal ini tentu cukup mengejutkan mengingat 

seluruh proses rekrutmen resmi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) sama sekali tidak dipungut biaya, termasuk untuk urusan iuran seragam kerja. Semua seragam operasional dan atribut yang digunakan oleh pegawai maupun relawan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disediakan secara gratis oleh pihak manajemen.


Kepala Desa Lembak, Jasmadi saat dikonfirmasi awak media via pesan whatsapp membantah tuduhan tersebut. Menurutnya tidak ada sangkutan antara SPPG dan Pemerintah Desa. "Rekrutmen pekerja tidak ada hubungannya demgan pemdes, mbg tidak ada hubungan dengan pemdes," Jelas Jasmadi. 


Sementara itu, Koordinator SPPG kecamatan Lembak Rizal Saputra saat dikonfirmasi terkait hal tersebut via whatsapp menegaskan bahwa pihak BGN tidak pernah membuat aturan demikian dan seluruh proses perekrutan dan juga perlengkapan telah disediakan secara gratis. 


"Mungkin itu permainan oknum-oknum yang mengatasnamakan bgn. Karena dari bgn sendiri tidak ada ketentuan bagi calon pekerja di sppg untuk menyetor uang dalam jumlah tertentu," Terangnya. 


Untuk itu Rizal mengharapkan apabila ada dari calon-calon pekerja di SPPG yang merasa dipinta untuk menyetor uang dalam jumlah berapapun agar segera menghubungi pihak dari BGN di kecamatan masing-masing. "Silahkan melapor kalau ada yang dipinta untuk menyetor uang dan sebagainya," Pungkasnya. 

Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Tag Terpopuler

Iklan

Iklan

نموذج الاتصال